Tuanku Imam Bonjol dan Selebritas Modern



BULAN Agustus adalah bulan yang sarat dengan nilai-nilai kejuangan. Di bulan ini tercatat sejumlah hari bersejarah yang selalu diperingati bangsa ini diantaranya Hari Pejuang Veteran, Hari Kemerdekaan, Hari ASEAN di mana Indonesia sebagai salah satu insiator berdirinya, dan lain-lain. 

Untuk itu, pada kesempatan hari ini pun, kita akan mengangkat tema tak jauh dari tema kepahlawanan, yang pada kesempatan ini kita akan mengulas singkat tentang Imam Bonjol. Siapakah Tuanku Imam Bonjol? 

Tuanku Imam Bonjol lahir di Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat, Indonesia 1772.  Imam Bonjol adalah salah seorang ulama, pemimpin dan pejuang yang berperang melawan Belanda dalam peperangan yang dikenal dengan nama Perang Padri pada tahun 1803-1838. 

Tuanku Imam Bonjol diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan SK Presiden RI Nomor 087/TK/Tahun 1973, tanggal 6 November 1973.

Keberanian Imam Bonjol sungguh patut diteladani oleh generasi muda hari ini. Belanda yang lengkap senjatanya tak mampu mengkerdilkan jiwa sang Imam yang hanya memiliki senjata apa adanya. Imam Bonjol tidak pernah mau menyerah kepada penjajah biadab Belanda.

Akhirnya, dalam bulan Oktober 1837, Tuanku Imam Bonjol diundang ke Palupuh untuk berunding. Namun nahas, Imam Bonjol ternyata dicekoh. Tiba di tempat itu ia langsung ditangkap dan dibuang ke Cianjur, Jawa Barat. 

Kemudian, beliau dipindahkan ke Ambon dan akhirnya ke Lotak, Minahasa, dekat Manado. Di tempat terakhir itu ia meninggal dunia pada tanggal 8 November 1864. Tuanku Imam Bonjol dimakamkan di tempat pengasingannya tersebut.

Sangatlah wajar jika kemudian Imam Bonjol dijadikan pahlawan bangsa. Keberaniannya sungguh sangat luar biasa. 

Pemerintah memang telah berusaha untuk mengenangnya dengan menjadikan nama Tuanku Imam Bonjol hadir di ruang publik sebagai nama jalan, nama stadion, nama universitas, bahkan pada lembaran Rp 5.000 keluaran Bank Indonesia 6 November 2001.

Tetapi, semua itu masih harus kita tingkatkan dengan berusaha sekuat tenaga untuk meneladani sikap pantang menyerahnya dalam menghadapi penjajah Belanda. 

Pemimpin hari ini akan benar-benar dibanggakan oleh rakyatnya manakala mampu bersikap seperti Imam Bonjol. Berani dan siap mati demi kepentingan bangsa dan negara.

Generasi muda bangsa harus mengenal dan meneladani para pahlawan yang telah rela berkorban demi kemerdekaan bangsa. 

Sebagai generasi beradab, tidak semestinya kita menggantungkan poster para selebriti, menyukai dan mencontoh mereka, sementara kita mengabaikan para pahlawan yang apabila kita teladani akan melahirkan semangat yang sama untuk berkarya bagi bangsa.

Coba lihat dengan cermat bagaimana para pendahulu kita memiliki kecerdasan luar biasa dalam menghadapi penjajah Belanda. 

Bahkan Belanda sampai angkat tangan dan akhirnya bermain dengan cara curang. Katanya mengundang, padahal ingin membuang, dasar pengecut!.

Pahlawan bangsa kita di masa lalu adalah manusia-manusia pekerja yang jauh dari kegalauan. Mereka berjiwa ksatria dan tidak pernah takut mati. 

Bandingkan dengan pemimpin hari ini. Yang umumnya lebih asyik membela kepentingan diri meski harus mengorbankan bangsa dan negara.

Jadi, bercermin kepada sepak terjang para pahlawan bangsa tempo dulu, Imam Bonjol di antaranya kita dapat melihat secara jelas bahwa pendahulu bangsa ini adalah para pemberani yang ksatria, cerdas, jujur, dan rela berkorban untuk bangsa. 

Lalu, kenapa kita masih bangga dengan Barat, yang menjajah dengan kelicikan dan kepengecutan? Sadarilah, bangsa Indonesia adalah bangsa kuat dan pemberani!. Sudat seharusnya kita segera bangkit!.*

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel