Wartawan ini Ingatkan Tulisan Jurnalis Dipertanggung jawabkan Hingga Akhirat

JAKARTA - Wartawan Indonesia, Surya Fachrizal Aprianus Ginitig, yang pernah menjadi korban tembak tentara Israel saat meliput di Kapal Mavi Marmara di tengah laut perairan menuju Jalur Gaza, mengingatkan setiap tulisan seorang jurnalis akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak. Bukan saja di dunia.

"Jurnalis yang yakin akan hari akhir akan senantiasa berusaha membuat karya yang membimbing khalayak selamat di alam kubur, hari akhir, shirath, hingga mizan," turutnya seperti dilansir Nasional.news dari akun Facebook pribadinya, Kamis (03/11/2016).

Cuitan yang dibubuhi hastag #AksiBelaIslam dan #AksiBelaQuran, itu diujarkan Surya menyusul kasus penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Termasuk pemberitaan kasus ini yang dinilai banyak pihak tidak berimbang.

"Selama pekerjaan jurnalistik dilakukan oleh manusia, pasti akan ada bias dan keberpihakan. Bahkan, jika suatu saat dikerjakan oleh robot-robot yang bekerja secara mekanik, bias dan keberpihakan akan tetap ada. Bisa jadi bakal lebih parah," kata Surya.

Surya menerangkan, pemberitaan dan pekerjaan jurnalisitik akan selalu bias dan sarat keberpihakan bahkan jika dikerjakan oleh robot sekalipun.

"Karena yang memformat robot-robot itu memilah sumber berita, penting atau tidak penting, baik atau buruk, dan lain sebagainya adalah manusia juga. Kewajiban paling asasi adalah tidak membohongi umat. Sajikan fakta sesuai porsi dan konteksnya," kata jurnalis kelompok media Hidayatullah yang bersertifikasi dari Lembaga Pers Dr. Soetomo Jakarta (LPDS) Jakarta ini.

"Media itu netral dan tidak memihak. Kita lihat saja apakah slogan ini berlaku hari Jumat 4 November 2016 nanti," tambahnya.

Surya mengaku turut berbela sungkawa terhadap jurnalis-jurnalis yang bekerja di media pembela Ahok.

"Jerih payah kalian, keringat kalian, lembur kalian akan mendapat ganjaran. Sama. Ane juga bakal mendapat ganjaran dari Allah di akhirat kelak atas semua amal baik dan buruk. Ana memohon hidayah dan ampunan untuk kita semua," pungkas alumni ISIP Jakarta ini.(hsk/lsk)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel