Ragam Semesta

Recommended

Channel NNTV

Diberdayakan oleh Blogger.

Implementasi Model Pembiayaan Keuangan Syariah di Malaysia: Efektif atau Tentatif?

Kamis, Oktober 05, 2017

Advertisement
Pasang Banner Anda di Sini


LEMBAGA keuangan syariah dewasa ini semakin berkembang dan bervariasi. Sehingga disamping melahirkan dampak positif juga membentuk tantangan tersendiri bagi pihak regulator dimana harus membuat standar yang berlaku dengan menyesuaikan perkembangan yang terjadi.

Dengan begitu, bentuk pengawasan yang sudah menjadi tugas Dewan Pengawas Syariah (DPS) pun harus diperketat lagi terhadap pelaksanaan lapangan agar tetap terjaga konteks syariahnya.

Dalam jurnal yang ditulis oleh Waeibrorheem Waemustafa dan Azrul Abdullah, dengan judul “Mode of Islamic Bank Financing; Does Effectivenness of Sharia supervisiory Board Matter?”. Secara garis besar menjelaskan terkait hubungan antara keefektifan Dewan Pengawas Syariah, pemberian upah dan model pembiayaan Bank Syariah. Sedangkan yang menjadi objek pada penelitian ini adalah 18 Bank Syariah di Malaysia.

Dimana pada kasus lapangan, ternyata masih terdapat perdebatan kuat terkait pelaksanaan model pembiayaan syariah yang kurang efektif.

Pasalnya, kurang efektifnya tersebut karena sistem bunga  yang selama ini sangat dilarang menurut perspektif Islam, belum sepenuhnya bersih dalam  bank syariah.
Ketidakadilam dari sistem bunga yang terdapat dalam bank syariah inilah yang secara garis besar menunjukkan bahwa adanya ketidakefektifan pengawasan syariah pada lembaga keuangan syariah.

Berbicara mengenai model pembiayaan syariah, ada beberapa kekurangan di dalamnya sebagai contoh pada  pembiayaan murabahah yang antaranya adalah:

(1) Bank menjual barang yang mana belum mutlak kepemilikannya, (2) Penentuan keuntungan yang belum diketahui, karena menggunakan time value of money sejak awal akad murabahah hingga akhir pelunasan dengan sistem cicilan, (3) Dalam persoalan pemberian harga pada akad murabahah, (4) Berpeluang adanya kegagalan atau ketidaksesuaian pelanggan terhadap fasilitas murabahah, (5) Barang atau aset yang masih bersifat liabilitas apabila mengalami kecacatan pada pengiriman, menggunakan akad atau kontrak Al-kharaj bil dhaman.

Untuk meminimalisir ketidakefektifan maupun ketidaksesuaian pelaksanaan antara lembaga keuangan syariah dengan model pembiayaan keuangan syariah, disinilah peran DPS yang menjadi harapan.

Sebagai sebuah dewan yang melakukan pemantauan kegiatan Bank Syariah agar sesuai dengan  hukum Islam. Dengan demikian untuk menjadi DPS yang baik dan efektif , harus mencerminkan isu kemerdekaan, transparan, akuntabel, bertanggung jawab, dan adil.

Berdasarkan beberapa pemaparan, ternyata antara DPS dan model pembiayaan keuangan syariah di Malaysia belum bisa dikatakan efektif dan tidak berdampak signifikan  satu sama lain.

Dapat disimpulkan, bahwa ada disparitas yang lebar antara idealitas ekonomi syariah dengan realitas perbankan syariah yang belum sepenuhnya pure dari ketiakadilan sistem bunga. Sedangkan sudah menjadi keharusan bagi lembaga keungan syariah untuk menerapkan kepatuhan syariah.*

____
*) FATHIA RAHMA, penulis adalah mahasiswi Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI (STEI SEBI)

Advertisement
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »