Advertisement

Kembangkan Smart City, Kabupaten Banjar dan Palembang MOU dengan Pemkot Tangerang

NASIONAL.NEWS - Kabupaten Banjar dan Kota Palembang menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) dengan Pemerintah Kota Tangerang yang dilakukan di Tangerang Liveroom, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (22/3/2018). 

Ahmad Najib selaku PJs Wali Kota Palembang menuturkan, bahwa ketertarikanya untuk mengadopsi beberapa aplikasi yang ada di Kota Tangerang.



"Kami melihat aplikasi-aplikasi yang di buat oleh Kota Tangerang sangat baik, pas dan memiliki manfaat yang banyak untuk pelayanan masyarakat," kata Najib seperti dikutip laman resmi Pemkot Tangerang, Kamis.

Serupa dengan Kabupaten Banjar, Bupati Kalilurrahman juga menuturkan bahwa Kota Tangerang adalah Kota yg tepat untuk belajar banyak hal. Daerah yang sudah menerapkan smart city terutama dalam hal layanan publik.

"Kabupatem Banjar memiliki jumlah penduduk sebanyak 554.443 jiwa, Supaya pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan cepat dan lancar, kami rasa sudah saatnya Banjar memiliki aplikasi-aplikasi berbasis pelayanan untuk masyarakat," papar Khalilurrahman pada saat mengutarakan maksut dan tujuannya menyambangi kota seribu jasa sejuta industri.

PJs Wali Kota Tangerang H.M Yusuf pun menyambut kedatangan kedua kepala daerah ini dengan tangan terbuka.

"Silahkan, adopsi, kembangkan aplikasi-aplikasi yang ada pada kami. Saatnya kita berkolaborasi. Berbagi pengalaman tentang Smart City, agar Indonesia bisa terus maju melalui pemerintah daerahnya," katanya.

Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang H. Tabrani, menjelaskan beberapa aplikasi berikut manfaatnya yang sudah ada dan berjalan selama ini.

"Seperti aplikasi LAKSA yang dapat menampung aspirasi, keluhan masyarakat. Aplikasi Perijinan Online dan Simpati RS yang memberikan informasi tentang jumlah ketersediaan kamar yang ada," kata Tabrani.

"Kami memiliki 172 aplikasi yang terbagi menjadi dua kelompok. Aplikasi layanan publik (Portal Tangerang LIVE) dan aplikasi berbasis layanan pemerintah" imbuhnya.

Yusuf juga menegaskan, bahwa aplikasi-aplikasi yang ada di Kota Tangerang bisa diadopsi dan dikembangkan secara gratis.

"Silahkan datangi para programmer kami, dan gunakan aplikasi-aplikasi nya sebaik mungkin," pungkasnya. (GALIH SUSANTO)
Advertisement
BERIKAN KOMENTAR ()