Swafoto Cadarmu, Kemuliaan Wanita dan Dosa Jariyahmu

Oleh Khairul Sani (Ketua TAKTIK Wilayah Sumatera)

Syurga dan Neraka merupakan suatu hal yang perlu kita yakini dengan seyakin-yakinnya. Karena merupakan bukti dari keimanan seseorang.

Syurga dan Neraka diciptakan sebagai balasan dari apa yang kita lakukan semasa hidup di dunia, bagaimana amal perbuatan kita.

Alhamdulillah, begitu indah dipandang mata dan sejuk di qalbu melihat sesuatu yang fenomenal. Yakni, begitu banyak wanita bercadar sekarang ini yang bertebaran pada setiap aktifitas sehari-hari, bahkan banyak terpajang di beranda medsos (media social).



Yang dulunya merupakan hal yang sangat langkah, sekarang Alhamdulillah menjadi hal yang lumrah. Walau sebagian orang dan tempat masih ada yang belum terbuka wawasannya. Kita doakan saja semoga hidayah akan masuk menerangi jiwanya. Aamiin.

Dari hal yang begitu menggembirakan itu tidak sedikit terdapat juga hal-hal yang berdampak negative dan merugikan bahkan menimbulkan dosa besar apatak lagi menjadi dosa jariyah yang akan mengalir hingga menghilang dari peredaran.

Ironisnya wanita bercadar sekarang masih belum benar-benar paham dengan hakikat dan eksistensi sesungguhnya dari menutup aurat terlebih lagi dengan bercadar.

Allah subhanahuwata’ala memerintahkan kita untuk menjaga pandangan dan memelihara kemaluan. Firmannya di dalam Al-Qur’an surah An-Nur:31, yang artinya:

“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki suami mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung. (Q.S. An-Nur: 31)

“Seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangan dalam serta telapak tangan luar.” (Matan Nuurul Lidhah)

Dalam surah Al-Ahzab: 59, Allah subhanahu Wata’ala berfirman yang artinya:

“Wahai nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin,  “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah maha pengampun, maha penyayang.”  (Al-  Ahzab: 59)

Untuk cadar para ulama berbeda pendapat. Sebagian mengatakan wajib, yang lain menyatakan tidak wajib, namun merupakan keutamaan.

Cadar juga merupakan bentuk dari muslimah taat yang berjuang untuk menjaga dirinya dan kemaluannya, yang mana dirinya merupakan perhiasan yang paling berharga dan tiada sesiapapun yang boleh melihat gratis dirinya.

Begitulah sejatinya menutup aurat dan bercadar. Bukan malah diumbar-umbar, ber-swafoto (selfie) lalu diposting di medsos. Bergaya bak model dengan cadar mempesona, yang tiada disangka akan berujung menjadi dosa jariyah.

Ya, dosa yang akan mengalir terus-menerus jika wajah bercadarmu dilihat oleh milyaran mata dan juga digunakan sebagai pemuas hawa nafsu serta menjadi fantasi sexsual. Na’udzubillah. 

Hilanglah makna dari menutup aurat yang merupakan perintah untuk taat dan beribadah kepada Allah subhanahuwata’ala.

Dirimu yang menutup aurat, cadarmu yang menyempurnakannya, jangan sampai ternoda oleh hal-hal yang begitu banyak mudharat-nya seperti selfi indahmu di medsos. Seakan memanggil kaum adam untuk melihat dan berfantasi, lalu mengatakan:

“Tangkap adek bang, adek semakin cantik kan kalau pakai cadar?”.
“Nikahi adik bang, insyaallah siap jadi istri”.

Ingat! Jangan kau nodai cadarmu. Cadarmulah yang menunjukkan identitas muslimahmu, jadi berbuatlah seperti seorang muslimah yang baik dan benar. Tanpa harus berselfi ria, mengumbar foto kegiatan, fotoba jubaru, dll.

Cadarmu merupakan potret kebaikan dari dirimu wahai muslimah. Jangan biarkan mata jelalatan dan fikiran kotor mereka berfantasi menggunakan foto bercadarmu. Jangan nodai cadarmu.

Jangan sampai cadarmu ternoda dan menjadikannya dosa jariyah. Wallahua’lam.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel