Pelatihan Kepenulisan: Semua Berpeluang Menjadi Penulis Besar

SIDOARJO - Penulis besar sama sekali tidak ada kaitannya dengan gen, atau taleta. Kalau pun ada, peranannya sangat kecil. Hanya 5 persen.

Demikian dikatakan Robinsah, redaktur majalah Mulia, ketika mengisi pelatihan jurnalistik untuk mahasiswa dan pelajar tingkat SMA se-Kecamatan Panceng, di kampus II Stai Luqman al-Hakim, Panceng, Gresik, Jawa Timur, Sabtu.

Lalu apa yang paling berpengaruh? "Praktek!," tegas Robin, sapaan karibnya. "Peranannya bahkan sampai menyentuh angka 95 persen" lanjutnya.

Robin kemudian melanjutkan, bahwa angka ini secara tidak langsung menyatakan, siapa saja berpeluang menjadi penulis besar. Tidak pandang apakah ia anak petani, buruh, guru, dan profesi lainnya.

Bahkan mereka yang memiliki 'darah' kepenulisan pun tidak akan berkembang,  bilamana menafikan praktik.

"Karena hakekat dari tulis-menulis itu adalah skil. Sama dengan bersepeda motor," ulasnya.

Artinya, terang dia, semaking sering praktek, maka semakin lihai dalam merangkai kalimat untuk menjadi karya tulis.

"Yang dituntut dari setiap bakal penulis, adalah kesungguhan,  keuletan, dan keistikomahan dalam berkarya tulis," terangnya.

Lebih lanjut, ketua komunitas PENA Jawa Timur ini,  mencontohkan, beberapa waktu silam, di Banyuwangi ada seorang penulis yang 'menghebohkan' sebab berlatar belakang sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri, Hongkong.

Ia 'hanya' lulusan SMA. Namanya Eni Kusuma. Tapi karena tekatnya untuk menjadi penulis sangat kuat, ia memenage waktunya, agar mampu menulis.

Tekhnisnya, di sela menunggui anak majikannya ke sekolah, ketika masuk kelas, ia pergi ke warung internet (warnet) dan menulis di sana.



Ia tergabung dalam meiling list kepenulisan. Kelihatannya dalam merangkai kata mengalami peningkatan, ketika mulai bergaul dengan penulis-penulis sukses dalam grup ini. Banyak yang mengapresiasi karya-karya artikelnya.

"Pada akhirnya, pada tahun 2007 ada penerbit yang melirik karyanya, dan berinisiatif menerbitkannya. Maka jadilah buku perdananya dengan judul "Anda Luar Biasa!,'" terang Robin.

Acara jurnalistik itu sendiri diselenggarakan oleh Koordinasi Mahasiswa (Kosma)  STAI Luqman al-hakim,  Kampus II,  bekerja sama dengan organisasi kepemudaan 'Pembaharu Muda, dan dihadiri oleh puluhan peserta,  mulai dari siswa SMA/ sederajat, mahasiswa, dan dosen.

DANIEL MAGHFIRUDDIN

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel