Advertisement

ads here

Umat Islam Semarang Gelar Aksi 64 Tuntut Sukmawati Diproses Hukum

advertise here
SEMARANG - Forum Umat Islam Semarang (FUIS) bersama berbagai Ormas menggelar Aksi Bela Islam. Aksi yang dikenal dengan aksi 64 ini menuntut agar hukum dapat ditegakan kepada Sukmawati Soekarnoputri penghina cadar dan adzan.

Dalam Aksi Bela Islam ini, Ust. Wahyu selaku Ketua FUIS membacakan dan menyerahkan surat pernyataan FUIS terkait kasus Sukmawati dan diterima oleh perwakilan Polda jateng.

Dalam orasinya, Wahyu mengingatkan bahwa aksi bela Islam ini sebagai bentuk dukungan kepada aparat penegak hukum terutama kepolisian untuk memproses lebih lanjut terkait dugaan penistaan Agama oleh Sukmawati.

Aksi yang berlangsung di depan Kantor Polda Jawa Tengah ini berlangsung lancar ditengah sengatan matahari yang terik di Kota Semarang kemarin.

Dalam aksi kali ini menghadirkan para orator diantaranya dari Forum Silaturahmi Umat Islam (FSUI), Nusantara Politics Watch (NPW), Forum Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Muslim kota Semarang, FOSTAF, Jama'ah Ansoru Syari'ah (JAS), KSHUMI dan ormas lain.

Dalam kesempatan ini, FUIS membacakan dan menyerahkan kepada Pihak Polda Jateng terkait pernyataan sikap FUIS Kota Semarang.

Berikut pernyataan sikap FUIS terhadap penodaan agama oleh Sukmawati.

Puisi " Ibu Indonesia " karya Sukmawati Soekarno putri yang dibacakan saat " 29 tahun Anne Avantie Berkarya" di indonesia Fashion Week (IFW) 2018 secara lantang menyinggung Syariat Islam yaitu melecehkan adzan dan cadar.



Perbuatan yang dilakukan Sukmawati tersebut melukai dan membuka luka lama umat Islam pada kasus penistaan agama yang pernah dilakukan oleh ahok beberapa tahun yang lalu.

Maka FUIS menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Mengecam puisi kontroversi oleh Sukmawati Soekarno putri yang merendahkan cadar, hijab hingga adzan serta berharap yang bersangkutan segera bertaubat.

2. Walaupun sudah menyampaikan maaf secara terbuka Sukmawati Soekarno putri harus tetap menjalani proses peradilan sesuai hukum yang berlaku.

3. Mendesak pihak berwajib untuk segera memproses aduan masyarakat dan jangan tebang pilih dalam melaksanakan penegakan hukum, hal ini agar tidak terjadi kegaduhan yang lebih besar di tengah masyarakat.

4. Mengajak pemuda Islam untuk tetap menahan diri dari sikap yang tak terpuji akibat emosi sesaat dan tetap berakhlakul karimah mensyiarkan Islam sebagai agama yang damai.

5. Jika tidak ada tindak lanjut kasus Sukmawati oleh pihak berwajib, maka FUIS menghimbau dan mengajak untuk turun melakukan Aksi bela Islam Bersama.

Setelah membacakan dan menyerahkan pernyataan sikap, massa Bela Islam 64 ini membubarkan diri dengan tertib.

YUSRAN YAUMA

Advertisement
BERIKAN KOMENTAR ()