News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Provinsi Kaltara, Antara Harapan dan Tantangan di Perbatasan (2)

Provinsi Kaltara, Antara Harapan dan Tantangan di Perbatasan (2)


Senada dengan Jusuf, H Syafri, salah seorang pengusaha yang ditemui di Tarakan menuturkan, kondisi infrastruktur daerah di kawasan perbatasan -baik di Kabupaten Nunukan dan Malinau- masih sangat lemah.

"Hal ini sebenarnya cukup memalukan karena berbatasan dengan langsung Malaysia. Selain itu akibat lemahnya infrastruktur sehingga kawasan itu seperti tidak bertuan sehingga dengan gampang Malaysia mencuri kayu dari kawasan itu," kata Syafri.


"Apabila Kaltara terbentuk, maka otomatis semuan lembaga setingkat provinsi akan terbentuk, misalnya Korem, Polda, Kajati, Kantor Bea dan Cukai serta lembaga pengawas lain, sehingga bisa lebih efektif mengamankan wilayah teritorial kita," katanya lagi.

Selama ini, pihak Pemprov Kaltim serta unsur pe-ngawasan seperti Korem dan Polda selalu menggunakan alasan "klasik" dalam mengamankan kawasan itu dengan alasan kekurangan personil, dana, dan peralatan transportasi. "Sehingga pembabatan hutan di kawasan utara, khususnya perbatasan, bisa dikatakan bukan pencurian lagi namun perampokan karena menggunakan alat berat milik warga Malaysia," kata dia.

Padahal, potensi yang terkandung di bumi utara Kalimantan tidak bisa dibilang kecil. Sebut saja Tarakan yang memiliki wisata Pantai amal dan hutan mangrove. Bukan sekadar hutan mangrove yang biasanya terletak di tepi daratan, hutan mangrove di Tarakan sangat unik karena terletak di tengah kota dan hingga kini merupakan satu-satunya di dunia.

Tidak hanya itu, hutan mangrove di Tarakan yang resminya bernama Kawas-an Konservasi Mangrove Bekantan (KKMB) seluas 21 hektare bisa ditemui kera berhidung besar atau Bekantan yang memang hanya terdapat di [donesia. Pada 2007, tercata 47 ekor Benkantan menghuni

KKMB. Selain itu di KKMB terdapat kera hitam abu-abu , berang-berang, juga kepiting kecil berwarna-warni (mencapai 12 warna).

Ada pula kebun anggrek milik Pemkot Tarakan seluas satu hektare yang menampung lebih dari 20 ribu pohon anggrek yang berasal dari 14 jenis spesies anggrek dendrohium, termasuk di dalamnya anggrek hitam yang termasuk spesies langka.

Wisata lain yang juga menarik adalah mengunjungi situs-situs perang yang bertebaran di Tarakan. Ini mengingat Tarakan adalah tempat pendaratan pertama pasukan Jepang ke Indonesia dalam perang dunia ke-2.

Itu baru dari segi wisata. Dari sudut ekonomi, selain minyak dan bahan mineral lainnya, di Tarakan juga banyak beroperasi perusahaan ekspor hasil laut yang membuka kantor di Tarakan. Patut diingat, Tarakan adalah pengekspor kepiting terbesar di dunia.

Sedangkan di Kabupaten Bulungan, ada wilayah bernama Krayan yang potensi ekonominya luar biasa. Di Krayan terdapat produksi garam kualitas terbaik di dunia yang cuma ada di tiga tempat di seluruh dunia. Di tanah ber-ketinggian 1800 meter di atas permukaan laut itu pula diproduksi beras Krayan kualitas terbaik yang dikonsumsi oleh keluarga kerajaan Brunei Darussalam.

"Bayangkan saja di gunung seperti itu justru kita bisa menemukan garam dengan kualitas terbaik dan selama ini telah diekspor ke Eropa. Disana ada mutiara yang tidak terkelo-la dengan baik. Sayang sekali," ujar Yusuf SK.

Sementara di Pulau Sebatik, setiap bulannya dapat dipanen 1500 ton sawit, 800 ton rumput laut dan 1000 ton ikan hasil budi daya nelayan Sebatik dan sekitarnya. Sayangnya, semua potensi itu tidak dinikmati utuh oleh masyarakat Produk alam berkualitas tinggi itu dikelola oleh warga Malaysia, bukan pengusaha Indonesia.

Saat Suara Karya berkunjung ke Pulau Sebatik, Rabu pekan lalu, terlihat jelas bahwa wilayah yang jaraknya dengan Tawau, Malaysia, hanya 15 menit jika menyeberang dengan speed boat, sebagian besar masyarakatnya lebih sering berinteraksi sosial dan ekonomi dengan Tawau ketimbang dengan daerah-daerah lain di provinsi yang sama, seperti Nunukan, Tarakan atau bahkan Balikpapan dan Samarinda.

Sumber: Suara Karya

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.