News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Suara Dari Perbatasan: Masalah Lahan Untuk Sekolah, Kedisiplinan, Sampah, Hingga Kepemimpinan

Suara Dari Perbatasan: Masalah Lahan Untuk Sekolah, Kedisiplinan, Sampah, Hingga Kepemimpinan

FOTO: Kegiatan warga Sebatik/at-communication.com

Oleh Suparman Halim


KALTIMTODAY -- Dari Kecamatan Sebatik ke Sebatik Barat dan Sebatik Tengah yang hanya berstatus kecamatan bukan status pembangunan sekolah, dananya mulai berbunyi tahun 2007. Mulut sudah berbusa–busa mengajukan di Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun yang muncul hanya kekesalan wali dan siswa, utamanya di Desa Aji Kuning, Pulau Sebatik.

Ya sudah, meja dan kursi pun pinjam-pinjam, tidak sesuai lagi ada yang rendah ada yang pecah. Maklumlah, swadaya orang miskin. Jangan bilang prasarana, sarana pun tiada. Persoalan pembebasan tanah sering dipersoalakan. Mana ada orang mau kasi tanah cuma-Cuma tanah dengan tanaman berhektar-hektar, fikir-fikirlah juga.

Orang kaya mana ada mau memberikan tanah miliknya dengan cuma-Cuma. Luas 2 hektar pinggir jalan hanya 150-200 juta saja yang diminta masyarakat, masih 10% dari yang dikorupsi para koruptor.

Masyarakat butuh kemajuan, namun masyarakat juga butuh kesejahteraan. Saya rasa untuk pembangunan sebuah SMA serta pembebasan lahan, nilai 2-3 milyar barangkali sudah bisa berjalan. Daripada fikir lama, semua tak jadi, bak kata orang, "anjing bergonggong, kafilah tetap berlalu".

Fikir anak bangsa kita. Tolong penyusun anggaran, kami mohon segala hormatnya cantumkan pembebasan lahan sekolah dan prasarana dalam meningkatkan pendidkan anak bangsa kita.

Selain itu, kondisi di semua sekolah baik itu di kota maupun di kampung, anak-anak sekolah sering ngebut pulang. Lebih celaka lagi mereka tidak memerhatikan batas jalan kenderaan sehingga masalah tabrakan di lingkungan sekolah sering terjadi. Apalagi ramai anak sekolah di bawah umur mau tunjuk gengsi dengan mengeluarkan suara motor.

Tidak kurang anak sekolah yang sering kecelakaan malah ada dijemput maut. Sekurang-kurangnya kalau ada petugas lalu lintas mereka tidak akan mengenderai motor laju-laju, kalau perlu yang di bawah umur ditangkap saja. Sekarang tidak ada alasan mengatakan rumah mereka jauh dari sekolah. Jadi tidak perlu bawa sepeda motor.

Tidak sampai 5 persen siswa yang menghadapi kendala jarak jauh dari sekolah. Soalnya, ada asrama dan ada angkutan sekolah. Tolong perhatikan permohonan kami, kami tak sanggup melihat anak bangsa rusak karena gengsi motor.

Guru pun Perlu Mendapat Pendidikan Disiplin
Sebelum kita menerapkan disiplin kepada pelajar, maka utamanya kita guru perlu bercermin. Apakah seorang yang digelar guru itu sudah berpenampilan sopan dihadapan siswa. Kami sudah memerhatikan seluruh sekolah, masih ada 30% hingga 50% guru yang tidak memberikan contoh yang baik, maksud kami tidak menunjukkan sikap disiplin.

Bak kata pepatah, itik mengajar anaknya berjalan betul, sedangkan ibunya tidak boleh berjalan betul. Sejatinya yang berdiri di depan itu adalah cermin dan menjadi tontonan orang. Mengeluarkan baju, merokok sambil mengajar, keluar sekolah belum saatnya pulang, ke pasar sesuka hati, memberikan PR lebih banyak daripada menerangkan. Apa itu bukan hal yang sangat melanggar disiplin?.

Sebuah sekolah itu dapat disegani terutama karena disiplinnya. Kedua, karena guru yang berkaliber. Kalau sudah begitu, itu baru bisa menciptakan sekolah yang bersih dan melahirkan siswa yang pintar. Kami paling jengkel, siswa tidak berhenti keluar kelas, seakan-akan waktu istirahat itu sepanjang hari. Pernah kami dapati ada murid taruhan balap motor sewaktu gurunya rapat.

Setahu kami, Sekolah SMP-SMA itu punya satu kali istirahat, itupun 15 menit. Satu hal lagi, penjual jajanan bertebaran dilingkungan sekolah dengan tidak tertib sehingga anak-anak bebas belanja setiap waktu. Kami mohon, kalau bisa sekolah mengadakan satu kantin saja dan kondisi makan serta minumamn yang dijual mendapat restu dari bidan obat dan permakanan dari kesehatan.

Bagi mereka yang suka menggunakan pemanis buatan (seperti Sari Manis) dalam minuman itu, harus didiskorsing dari menjual jajanan karena itu mengakibatkan batuk–batuk dan mengganggu jaringan otak.

Kembali ke persoalan disiplin, ada juga siswa yang sering memutar filem lucah (tak senonoh) yang terisi dalam memori Hpnya. Sekolah sesekali harus mengadakan razia terselubung. Kalau boleh haramkan penggunaan HP berkamera di sekolah. Disiplin adalah iman dalam agama dan pancasila dalam undang-undang dan kaki pada tubuh manusia.


Masalah di Pulau Sebatik yang lain, adalah coba kita bayangkan satu KK itu bisa menghasilkan sampah 10kg, kalau 1000KK bererti 10,000kg sampah dihasilkan dan akan tersebar menjadi barang busuk yang merosak saluran, kebersihan sungai, pinggiran jalan yang akibatnya mendatangkan penyakit.

Kesadaran manusia yang tidak peduli lingkungan semakin menjadi. Sepatutnya kalau dikuburkan lebih aman, tapi bagaimana kalau tidak ada sisa lahan untuk penguburan sampah. Yang anehnya lagi kadang sampah datang di depan rumah entah siapa yang buang.

Mungkin lebih baiknya pemerintah daerah atau Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran (DKPPK) mengambil tindakan membebaskan lahan yang jeram untuk tempat pembuangan sampah dengan menyiapkan kenderaan pemungut sampah, tong-tong sampah sekaligus mempekerjakan orang tempatan. Selain itu pemerintah juga bisa pengatur pekerja untuk pemotongan rumput di jalan sekalian di lapangan bola.

Sehingga dengan itu juga masyarakat secara otomatis dan antosias untuk mengeluarkan sampah dipinggir jalan dan menunggu pengangkut sampah datang. Sebelumnya kami berterima kasih kalau hal ini dapat ditanggapi dan dirialisasikan secepat mungkin.

Bijak Memilih Pemimpin
Bijak dalam arti tahu mengspesifikasikan antara yang jernih dengan yang keruh, yang mampu berkarakter, yang penting lagi dapat membentuk kader berjiwa sosial. Pintar berbahasa, berkomputer, penampilan, hidup mewah itu bukan jaminan untuk tampil sebagai pemimpin.

Kalau seorang pemimpin yang lahir dari dasar sosial yang tinggi, menghargai lingkungan, menghormati yang lebih tua, cinta keamanan, benci keributan dan sering berbuat sesuatu yang membuat orang senang dan tertawa.

Itu adalah calon pemimpin. Tanpa dilandasi aset tapi mempunyai sifat dipercaya oleh kelompok dari semua golongan, itu adalah kalifah di muka bumi. Bukan susah nak menjadi orang dipercaya, berbuat sesuai kemampuan, berbicara sesuai perbuatan, menolong tanpa pamri dan mencintai suasana aman dan bebas dari narkoba apalagi fikiran hasad dengki.

Apa guna kita menaiki satu kenderaan baru dan mengkilat kalau supir tidak mampu menyetir, akhirnya calon masuk jurang. Pilihlah mobil yang sederhana dan supir yang berpengalaman, semua lobang pasti dapat dihindari.

Menciptakan lingkungan yang rukun bagaikan mentari bersinar di pagi, angin cepoi-cepoi bagaikan AC dalam ruangan. Banyak bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan, bukankah Tuhan berfirman dalam Al-quran bahwa orang yang bersyukur atas nikmat-Ku, niscaya akan kuberikan nikmat di dunia dan di akhirat.

Seorang pemimpin yang tidak dapat mendamaikan lingkungannya, adalah pemimpin yang akan melihat suasana api panas. Apalagi membenci dan sering mengcurigai sesorang. Pelajarilah..!!

*Penulis adalah Pemuda Garda Batas Angkatan V-VI Pulau Sebatik dan warga RT.05 Sebatik Tengah, Nunukan, Kalimantan Timur

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.