News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

BERITA FOTO: Predikat "Pasar Sehat Percontohan" Rawa Indah Tercoreng

BERITA FOTO: Predikat "Pasar Sehat Percontohan" Rawa Indah Tercoreng


KALTIMTODAY -- Agaknya predikat Pasar Rawa Indah Kota Bontang sebagai "pasar sehat" percontohan dari sekian banyak pasar tradisional kota di Indonesia mulai sedikit tercoreng. Ini misalnya tampak dari pengelolaan sampah di pasar ini yang tak berjalan dengan baik.

Pantauan kaltimtoday.com beberapa waktu lalu, tampak pemandangan yang kurang menyenangkan dengan adanya tumpukan sampah plastik di parit bagian belakang pasar di lokal sekitar penjual ikan dan ayam, tepatnya samping kanan pasar menuju arah Jalan KS Tubun.

Pemandangan seperti ini kerap kali terjadi. Pemerintah dan pihak pengelola pasar yang sudah ditunjuk seharusnya bisa lebih peka memperhatikan kenyamanan pengunjung.

Apalagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan sudah memberikan penilian yang cukup membanggakan kepada pasar ini. Keunggulan Pasar Rawa Indah dibanding sembilan kota lainnya seluruh Indonesia telah menabalkan pasar ini sebagai proyek pasar sehat percontohan.

Seperti diketahui, akhir Februari lalu, Manajer Teknik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr Eko Sugeng Irianto didampingi Pejabat Kementerian Kesehatan Wijiono melakukan evaluasi kegiatan pasar sehat "Rawa Indah" di Kota Bontang, sebagai pasar percontohan yang programnya telah berakhir 2011.

Wijiono mengatakan, seperti dikutip kantor berita Antara, keunggulan Pasar Rawa Indah dibanding sembilan kota lainnya yang dijadikan proyek pasar sehat karena memiliki kondisi fisik lebih permanen, WC yang bagus, studio Radio Land permanen dan penyiar profesional.

Pasar sehat percontohan ini merupakan hasil kerja sama Kementerian Kesehatan dengan Uni Eropa dan WHO yang telah berlangsung sejak 2007-2011.

Selain Bontang, sembilan kota lainnya yang menjadi "pilot project" pasar sehat se-Indonesia antara lain Mataram, Bali, Gunung Kidul, Payah Kumbuh, Cibubur, Sragen, Pekalongan, Karang Anyar, Gunung Kidul, dan Palu.

Revitalisasi pasar tradisional menjadi pasar sehat sebagai upaya meningkatkan ekonomi daerah dan pencegahan penularan penyakit flu burung serta pencegahan penularan penyakit potensial KLB/wabah. Sebagai tempat umum, kebersihan, keindahan, keamanan dan kenyamanan pasar tradisonal harus mendapat perhatian khusus dan tidak boleh dilupakan.

Di Indonesia terdapat sekitar 13.650 pasar tradisional dan semuanya berada di bawah pengelolaan atau pengawasan Pemerintah Daerah di kabupaten/kota masing-masing, demikian dikutip dari Antara.

FOTO/TEKS: Muhammad Azwar/kaltimtoday.com




Tumpukan sampah di selokan

Sampah plastik, kardus, potongan ikan, kayu-kayu, dll.

Nyaris tak ada saluran untuk mengalirkan air

Tak ada ruang saluran air di bawah kolong jembatan, bak sampah terbengkalai

Nyaris pemandangan sampah ini ada setiap hari

Tampak bak sampah mobil yang tak terawat

Belakang pasar, airnya kotor, hitam, dan bau. Sangat mengganggu.

Tumpukan sampah di sekitar kandang-kandang ayam Pasar Rawa Indah

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.