News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Bagaimana Menggunakan Waktu?

Bagaimana Menggunakan Waktu?



KALTIM TODAY -- Umumnya orang di negeri ini belum memahami arti mahal dan berharganya waktu. Terlambat sudah menjadi adat (kebiasaan), disiplin masih asing, dan inkonsistensi masih tinggi.

Padahal syarat untuk menjadi pribadi unggul menuju kejayaan, kedisiplinan dan konsistensi sangat menentukan. Lalu bagaimana semestinya kita menggunakan waktu?.

Orang-orang ternama dari zaman dahulu layak untuk dijadikan rujukan dalam menghargai waktu. Bagaimana tidak, seorang Fakhrudin Al-Razi misalnya, dia mampu menguasai tidak kurang dari 10 bidang ilmu sekaligus. Pakar Al-Qur’an yang juga ahli perbintangan. Pakar Hadits yang juga ahli medis. Pakar bahasa yang juga ahli fisika. Bahkan dia mampu menulis sebanyak 120 judul buku dari berbagai disiplin ilmu.

Begitu pula dengan Imam Ghazali. Ia pakar filsafat yang juga ahli makrifat. Ia pakar pendidikan yang juga ahli strategi. Melalui bukunya, Ihya Ulumuddin, Imam Ghazali termasuk pihak yang menentukan kelahiran seorang Panglima penakluk Yerussalem, Shalahuddin Al-Ayyubi.

Padahal zaman itu belum ada listrik, laptop, apalagi internet. Tetapi ketiadaan teknologi seperti saat ini sama sekali tidak menghambatnya untuk berprestasi tinggi. Inilah yang patut direnungkan oleh generasi di zaman ini.

Menurut Kurt Kauffmann keberhasilan orang-orang terdahulu menghasilkan karya-karya besar dikarenakan motivasi untuk menggunakan waktu secara produktif. Mereka tidak pernah membuang-buang waktu dengan memperhatikan hal-hal yang tidak berguna apalagi merusak.

Mereka memiliki tujuan-tujuan besar. Banyak di antara mereka yang bangun jauh sebelum matahari terbit. Dan, sejarah membuktikan bahwa mayoritas ulama sangat sedikit yang tidur di paruh malam kedua. Rata-rata mereka beribadah, belajar, membaca Al-Qur’an, dan sebagian ada yang menulis atau membuat rencana kerja.

Mereka juga orang yang punya tekad kuat untuk menyelesaikan tugas besar hingga benar-benar tuntas. Dari Barat ada Dr. Samuel Johnson yang bekerja selama 8 tahun untuk menyelesaikan kamusnya. Dari Islam ada Imam Bukhori, ia menuntaskan kodifikasi Hadits setelah menempuh perjalanan selama lebih dari 16 tahun.

Lalu bagaimana dengan kita? Sering kita mendengar orang mengatakan, “Wah, maaf ya, saya tidak punya cukup waktu untuk itu”. Jika kita termasuk orang yang belum efektif dalam menggunakan waktu maka berlatihlah sejak sekarang mengatur diri agar waktu yang tersedia benar-benar bisa mengantarkan kita menjadi orang yang berguna dan bermanfaat.

Apabila merasa bahwa pekerjaan yang ada lebih banyak daripada waktu yang tersedia, maka itu dapat disiasati dengan cara bangun satu jam lebih awal dari kebiasaan lama. Dengan demikian maka ada tambahan waktu berharga sebanyak 300 jam dalam satu tahun. Dan, dalam waktu sepanjang itu, banyak usaha kreatif dapat diselesaikan.

Belajarlah menggunakan waktu secara efektif, jika tidak maka apa indikatornya bahwa zaman sekarang lebih baik dari zaman di masa para ulama dan pemikir pada beberapa abad lalu?.[KTC]


Persembahan kaltimtoday.com, disarikan dari buku “The Brain-Workes’ Handbook” karya DR. Kurt Kauffmann yang diterbitkan oleh Penerbit Majic Centre Djakarta.

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.