News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Inilah Pelajaran dari Inggris

Inilah Pelajaran dari Inggris


KALTIM TODAY -- DINI hari tadi, skuad Inggris harus pulang dengan kepala tertunduk usai kalah dalam drama adu pinalti kontra Italia. Joe Hart sebagai pertahanan terakhir Inggris tak sekalipun mampu membaca tendangan tim Italia. Namun pada kesempatan ini kita tidak akan membahas sepak bola loch ya, hehe. Kita akan jalan-jalan ke Inggris, Ayo!.

Inggris adalah negara bagian terbesar dan terpadat penduduknya dari negara-negara bagian yang membentuk Persatuan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara (United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland). Negara-negara lainnya adalah Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara. Seringkali nama Inggris dipakai untuk menyebut keseluruhan negara ini.

Selain itu Inggris merupakan satu-satunya negeri Eropa yang memiliki langkah antisipasi paling baik terhadap perubahan zaman. Berbeda dengan negara imperialis lainnya seperti Belanda, Prancis, Portugal, dan lainnya, Inggris telah mempersiapkan sistem antisipasi jangka panjang, khususnya ketika era kemerdekaan bangsa-bangsa jajahan telah tiba.

Sejak akhir tahun 1920-an Inggris telah menggelar Konferensi Kerajaan, khususnya ketika negara-negara jajahan Britania mencapai kemerdekaan, Persemakmuran telah didirikan untuk menyatukan negara-negara bekas jajahan Britania ini. Dengan langkah ini posisi Inggris tidak seperti negara imperialis lainnya. Inggris relatif dihormati dan dihargai oleh negara yang pernah dijajahnya.

Persemakmuran atau Negara-Negara Persemakmuran (bahasa Inggris: Commonwealth of Nations) merupakan suatu persatuan secara sukarela yang melibatkan negara-negara berdaulat yang didirikan atau pernah dijajah oleh pihak Britania Raya (atau sering disebut sebagai Inggris).

Di sini kita lihat bahwa jajahan Inggris ternyata sangat banyak, yang kini menjadi negara persemakmuran. Di daratan Eropa ada Siprus dan Malta. Di Amerika Utara ada Kanada, kemudian Amerika Tengah ada Jamaika, Trinidad dan Tobago, Barbados, Bahama, Grenada, Dominika, Saint Lucia, Saint Vincent dan Grenadines, Antigua dan Barbuda, Belize, Saint Kitts dan Nevis, dan Guyana.

Di Afrika ada Afrika Selatan, Ghana, Nigeria, Sierra Leone, Tanzania, Uganda, Kenya, Malawi, Zambia, Gambia, Botswana, Lesotho, Mauritius, Swaziland, Seychelles, Namibia, Kamerun, Mozambik, dan Rwanda. Mozambik dan Rwanda adalah negara non jajahan yang bergabung menjadi negara persemakmuran Inggris.

Sementara itu di Asia ada India, Pakistan, Sri Lanka, Malaysia, Singapura, Bangladesh, Maladewa, dan Brunei Darussalam.

Sementara di Australia ada Australia, Selandia Baru, Samoa, Tonga, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Vanuatu, Tuvalu, Kiribati, dan Nauru. Dengan demikian Inggris memiliki anggota persemakmuran sebanyak 53 negara. Berarti Inggris dulu telah menjajah 51 negara dan jika ditambah negara yang tidak bergabung dalam persemakmuran tapi pernah dijajah Inggris totalnya menjadi 59 negara.

Tujuh negara yang tidak tergabung dalam persemakmuran yang merupakan bekas jajahan Inggris adalah Amerika Serikat, Indonesia, Irak, Israel, Mesir, Palestina, dan Yordania.

Jadi Inggris adalah negara Imperialis terbesar di dunia. Inggris berhasil melampaui jangkauan jajahan negara-negara Eropa lainnya. Bahkan Inggris tetap mampu mengambil hati negara bekas jajahannya dengan membuat baju besar bersama bernama persemakmuran. Inggris benar-benar tangguh dan sangat antisipatif dalam melindungi kepentingannya.

Apa sebab Inggris menjadi seperti itu? Ada pendapat yang mengemuka bahwa Inggris mampu menjangkau banyak negara di seluruh benua di dunia karena ketangguhan kekuatan maritimnya. Pada saat Perang Dunia II, Adolf Hitler begitu mudah menaklukkan negara Eropa daratan seperti, Polandia, Prancis, Portugal dan Spanyol. Tetapi tidak dengan Inggris. Sebab untuk menaklukkan Inggris Jerman harus mengarungi lautan.

Nah, begitulah, pembaca yang budiman, paparan mengenai Inggris yang sesungguhnya sangat digdaya juga pintar. Namun sayangnya, Indonesia sebagai negara kepuluan tidak banyak mengambil pelajaran dan tak cukup mengerti manfaat laut serta tidak segera sadar untuk membangun kekuatan maritim.

Padahal dengan terbangunnya kekutan maritim, negeri pertiwi yang sama-sama kita cinta ini akan aman dari berbagai macam ancaman dan penyelundupan, termasuk narkoba yang menjadikan laut sebagai pasar transaksi terbesarnya.[KTC]

Redaksi kaltimtoday.com.

Foto: Peta Anggota Negara Persemakmuran/Wikipedia.org

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.