News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Masyarakat Kaltim Diimbau Tetap Waspadai DBD

Masyarakat Kaltim Diimbau Tetap Waspadai DBD

KALTIMTODAY -- Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kaltim hingga Mei ini masih belum mengkhawatirkan. Dinas Kesehatan Kaltim mencatat, presentase angka kasus kematian CFR (Case Fatality Rate), yakni 0,88 persen dan rata-rata kasus - Incident Rate (IR) sebesar 12,71 per 100 ribu penduduk dari indikator standar 55 per 100 ribu penduduk. Namun masyarakat diimbau untuk terus mewaspadai terhadap penyebaran kasus DBD.

"Pada kasus DBD ini kita lebih mencermati pada CFR untuk diketahui apa penyebabnya, karena selain keterlambatan penanganan mungkin dalam penatalaksanaan di setiap daerah masih belum benar," kata Kabid Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kaltim, dr Achlia Dahlan, beberapa waku lalu.

Dia mengatakan, Kota Bontang CFR sudah terjadi dua kasus meskipun belum masuk kriteria Kejadian Luar Biasa (KLB). Sementara itu CFR di Kaltim untuk 2011, tercatat 0,92 persen, IR 39,88 per 100 ribu penduduk.

"Alhamdulillah kasus DBD di Kaltim masih belum mengkhawatirkan, tapi kita harus tetap waspada," katanya.

Menurut dia, penyakit DBD hingga kini masih menjadi ancaman terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, karena jika tidak ditanggulangi dengan baik, setiap tahun jumlah penderita bisa bertambah, begitu pula dengan wilayah terjangkitnya pun bisa semakin luas.

Pemerintah Provinsi Kaltim melakukan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD. Selain itu perlu dilakukan upaya-upaya prefentif dengan mengidentifikasikan situasi kasus DBD dan pencegahannya dengan penggerakan peranserta masyarakat secara terus menerus dan berkesinambungan, sehingga kasusnya dapat diminimalkan.

Upaya penggerakan masyarakat dalam pemeberantasan sarang nyamuk dengan target tercapainya angka bebas jentik (ABJ) di atas 95 persen. Jika masih di bawah persentase itu, penyakit ini masih akan bisa terus berlangsung dan mengancam kehidupan masyarakat.

Selain itu, program pengendalian DBD dilakukan dengan penggunaan RDT (Rapid Diagnosis Test). Penggunaan RDT mempercepat diagnosa kasus infeksi dengue sehingga membuat pasien segera mendapatkan penanganan tepat dan tindakan pengendalian penyakit berupa penyelidikan epidemologi serta penanggulangan segera dilakukan.

RDT dibagikan ke daerah-daerah yang jauh dari rumah sakit atau pusat pelayanan kesehatan masyarakat. Alat ini bisa mendeteksi apakah warga positif terjangkit DBD atau tidak secara cepat.

"Dengan alat ini, diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus DBD, sekaligus dapat membantu tercapainya sasaran program pengendalian DBD yaitu Angka Kesakitan Penderita DBD 51 per 100 ribu penduduk dan mengurangi angka kematian kurang dari satu persen.(ina/hmsprov)


Source: Pemprov Kaltim

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.