News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Mesut Ozil Mengajari Kita Jadi Pemenang

Mesut Ozil Mengajari Kita Jadi Pemenang

KALTIM TODAY -- Siapapun tidak asing dengan disiplin. Namun hingga kini disiplin masih asing dalam praktek kehidupan bangsa dan negara tercinta. Padahal semua sepakat bahwa kesuksesan salah satunya dipengaruhi oleh kemampuan disiplin.

Disiplin adalah kemauan keras untuk fokus dalam menjalani hidup dengan pembagian waktu yang ketat yang telah ditentukan demi tujuan-tujuan tertentu. Bisa dalam upaya membangun tradisi positif untuk meraih kemenangan, bisa juga untuk memajukan kondisi bangsa dan negara.

Orang yang disiplin biasanya lambat laun akan menjadi orang yang dominan, berpengaruh, dan dikagumi. Prestasinya akan membumbung tinggi dan menghebohkan banyak orang.

Sebut saja misalnya Mesut Ozil. Bocah kurus bermata sayu itu belajar menendang bola di permukiman imigran Turki yang mencari nafkah di Jerman. Ia rajin berlatih di lapangan bola di Olga Strasse, Gelsenkirchen, bersama teman-temannya sesama keturunan buruh migran Turki.

Tetapi kini bocah itu tumbuh menjadi salah satu bintang lapangan dan berada dalam daftar playmaker terbaik dunia. Ozil lahir dan tumbuh di Jerman dalam keluarga gastarbeiter, buruh migran, asal Turki, 23 tahun lampau. Kakeknya pindah ke Jerman 40 tahun lalu dan menetap di Distrik Bismarck. Kompleks itu kini menjadi pertokoan dan blok-blok apartemen.

Kelihaian Ozil dalam menggocek bola mengantarkannya menjadi pemain bintang di lapangan hijau bernilai ratusan miliar rupiah di Santiago Bernabeu, markas Real Madrid.

Generasi ketiga keluarga imigran Turki di Jerman ini terus menanjak kariernya. Ia memperkuat tim nasional Jerman U-17, U-21, dan kemudian masuk skuad inti tim nasional senior Jerman di Piala Dunia 2010. Di usia 21 tahun, Ozil menjadi pengatur permainan kelas dunia. Ia lihai menggiring bola menusuk pertahanan lawan dan piawai melayangkan umpan silang yang akurat.

”Teknik dan insting saya terhadap bola merupakan sisi permainan saya sebagai orang Turki. Kedisiplinan, sikap, dan selalu memberikan segalanya untuk tim merupakan bagian Jerman dalam sisi saya,” ungkap Ozil.

Peran Ozil di tim nasional Jerman semakin vital. Dalam 10 pertandingan kualifikasi Piala Eropa, Ozil mencetak lima gol dan melayangkan tujuh assist. Kemampuan membaca permainan dan akurasi umpan bisa menjadikan Ozil sebagai kunci sukses Jerman meraih gelar juara Eropa tahun ini.

Mengangkat Piala Eropa jadi target utama Ozil. Ia telah belajar banyak dan mematangkan mental serta teknik setelah gagal di Piala Dunia 2010. Ozil optimistis Jerman mampu jadi juara Eropa. ”Pada 2008, kami di peringkat dua Piala Eropa dan 2010 peringkat tiga Piala Dunia. Akan sangat mengecewakan jika harus di peringkat kedua lagi,” kata Ozil tegas.

Bahkan Ozil juga menjadi pemain terbaik saat Jerman menang 1-0 atas Portugal di pertandingan pembuka, sebelum mengakui bahwa dirinya dapat bermain lebih baik dan mendapat kritik halus dari media Jerman perihal performanya di Kejuaraan Eropa.

Pelatih Jerman, Joachim Loew berkata, "Sejauh ini saya puas dengan performanya. Ia berkembang pesat saat melawan Denmark, dan menunjukkan bahwa dirinya merupakan pemain untuk tim. Ledakan besar (terhadap bentuk permainan) Ozil masih akan terjadi," katanya.

Kita pun bisa menjadi apa yang kita inginkan. Tapi ingat semua itu bisa terwujud manakala kita benar-benar bisa menjadi orang yang disiplin. Negeri ini sangat membutuhkan generasi muda yang berkarakter disiplin, sehingga bisa memberikan kontribusi besar bagi kelangsungan bangsa dan negara di masa yang akan datang. Selamat belajar, selamat berlatih, dan selamat berdisiplin.[KTC]

Redaksi kaltimtoday.com.

Foto: Mesut Ozil dan ibunya/Network54.com

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.