News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Orangtua Harus Mampu Batasi Alat Komunikasi Anak

Orangtua Harus Mampu Batasi Alat Komunikasi Anak

KALTIMTODAY -- Orang tua diharapkan mampu mendukung upaya pemerintah dalam meminimalisir dampak negatif penggunaan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK). Karena orang tua sebagai pihak yang memiliki hubungan emosional paling dekat dengan anak.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Diskominfo Kaltim, H Moh Jauhar Efendi saat menjadi narasumber pada Dialog Diskominfo melalui siaran TVRI Kaltim, beberapa waktu lalu.

"Orang tua harus mampu memberi batasan pengunaan sarana komunikasi bagi anak seperti penggunaan Hand Phone (HP). Misalnya, orang tua tidak bisa serta merta memberikan HP pada anak sesuai permintaan. Tapi harus selektif menyesuaikan dengan usia anak," tegasnya.

Menurut dia, ketika orang tua serta merta memberikan kemauan anak untuk memiliki HP yang terlalu canggih tanpa menyesuaikan usia anak, sama halnya orang tua melegalkan anak mengkonsumi hal-hal yang belum sepatutnya diketahui dan mendorong anak menjadi pribadi konsumtif.

"Kondisi ini yang perlu difahami. Budaya konsumtif tengah merambah disegela lini kehidupan. Bahkan jika dulu pembantu rumah tangga bekerja keras untuk mengumpulkan pundi-pundi uang ditabung buat keluarga. Tapi sekarang mereka bahkan utang hanya untuk beli pulsa," ujarnya.

Sedangkan dari sisi fungsi kontrol yang dilakukan pemerintah adalah berperan memberikan legitimasi tentang hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan masyarakat. Saat ini setidaknya pemerintah telah membuat berbagai peraturan perundangan terkait penggunaan TIK secara sehat dan aman.

Misalnya Undang Undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang secara jelas mengatur rambu-rambu penggunaan TIK secara sehat dan aman termasuk sanksi bagi yang melanggar ketentuan tersebut.

Dialog ini tersekenggara atas kerjasama Diskominfo dengan TVRI Kaltim, sebagai momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-104. Kadiskominfo menjadi narasumber didampingi akademisi dan praktisi hukum, H Sarosa Hamongpranoto.

Sarosa Hamongpranoto mengatakan dunia TIK yang terus berkembang seiring kemajuan jaman selain butuh sikap peka pemerintah dan orang tua juga perlu didukung dengan kemauan dan kemandiriran generasi muda menyaring berbagai informasi yang diperoleh.

Tujuannya agar budaya ketimuran yang dimiliki tidak luntur tergerus oleh budaya luar yang cenderung menyesatkan dan memudarkan semangat nasionalisme. "Cara memperoleh filter ini tentu dari pemerintah maupun orang tua yang member keteladanan yang baik kepada generasi muda yang kuat dmenghadapi era globalisasi," tuturnya.(yul/hmsprov).

Foto : Kepala Diskominfo Kaltim, H Moh Jauhar Efendi (tengah) bersama Akademisi dan Praktisi Hukum, H Sarosa Hamongpranoto (kiri) sebagai narasumber di TVRI Kaltim. (Ist)

Source: Pemprov Kaltim

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.