News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Terorganisir Untuk Sebuah Kemenangan

Terorganisir Untuk Sebuah Kemenangan

KALTIM TODAY -- PORTUGAL telah gagal, Spanyol terus membobol. Itulah gambaran laga semifinal Piala Euro 2012 kemarin (28/6). Portugis harus menangis dan Spanyol terus bercokol. Itulah suasana hati kedua tim sepak bola ternama Eropa setelah penentuan menang dan kalah melalui drama adu pinalti.

Tetapi Spanyol punya masalah serius, yaitu krisis ekonomi. Diduga krisis yang melanda Spanyol akan setara bahkan bisa jadi lebih buruk dengan apa yang telah menimpa Yunani. Jadi, kemenangan Spanyol hanyalah oase dari kecemasan bangsa Matador yang 12 abad lalu pernah dihidupkan dan dibangun oleh kalangan Islam.

Tak dapat disangkal Islam memang memiliki hubungan historis dengan negeri para bintang top dunia yang merumput di dua klub raksasa Eropa, Real Madrid dan Barcelona.

Melalui Cordoba, Andalusia, dan Granada, Spanyol menjadi satu-satunya negeri mercusuar yang dihiasi oleh kemajuan sains dan teknologi. Satu masa di mana seluruh negeri di Eropa kala itu sedang berselimut kegelapan dan kebodohan.

Tapi itu dulu, kini Spanyol sama seperti negeri Eropa lainnya. Islam yang pernah berjaya selama 7 abad di Andalusia seketika hilang dari pentas sejarah. Apa sebab? Ya, krisis moral dan akhlak menjadi pemicu utamanya.

Sama seperti negeri kita saat ini. Dulu kita masih bisa bertepuk dada, karena Indonesia menjadi negara terdepan di kawasan ASEAN. Tetapi kini apa lagi yang mau ditepuk, selain menepuk jidat tanda penyesalan.

Islam di Spanyol runtuh karena terjadi konflik yang tidak perlu. Kala itu sekitar tahun 1013 – 1086 M umat Islam terseret perang kepentingan dan akhirnya terjadilah disintegrasi bangsa.

Kota-kota besar di wilayah Andalusia, merasa kuat dan mampu mendirikan kerajaan sendiri. Periode ini merupakan awal kehancuran umat Islam di Andalusia, sebab mereka saling bertengkar dan berperang sesama Muslim untuk merebutkan wilayah kekuasaan.

Sama seperti negeri kita saat ini. Apa sih yang tidak kena konflik. Mulai dari pejabat sampai tukang cat. Dari presiden sampai pengamen. Mulai dari menteri sampai petani. Bahkan mulai dari masalah konstitusi sampai PSSI. Beeh, semuanya bermasalah!.

Situasi di atas hendaknya segera diatasi. Jangan sampai kejadian di Cordoba pada 12 abad silam terulang di negeri yang kita cinta ini.

Bangunlah wahai para generasi bangsa. Tanpa tekadmu, tanpa usahamu, negeri ini akan benar-benar binasa. Benar jalan dibangun, gedung didirikan, tapi jika akhlak ditenggelamkan, hancur leburlah akhir ceritanya.

Masih ingat kan kenapa jembatan Kutai Kartanegara runtuh? Itu bukan semata-mata karena biaya, karena manajemen, atau karena yang lain. Itu jelas karena akhlak manusianya yang rendah. Infrastruktur dibangun, hati ditenggelamkan. Akibatnya jelas; kerugian.

Jadi yang perlu diperhatikan oleh kita semua hari ini adalah akhlak bangsa ini. Selama masih memiliki akhlak dan komitmen untuk meningkatkan kualitasnya maka, insya Allah, kita masih bisa membangun bahkan mencapai apa yang telah dicapai bangsa lain. Jika tidak, jangan banyak diskusi apalagi mimpi.

Spanyol lolos ke babak final bukan karena mereka suka mimpi dan banyak debat. Tetapi karena mereka satu visi, satu tekad dan satu energi. Bahkan mereka sama-sama punya bukti. Juara piala Dunia dan Eropa berturut-turut.

Berat sama dipikul ringan dijinjing bersama. Terbukti tumbuhlah mental juara dan menanglah mereka dihampir seluruh arena Polandia-Ukraina. Seorang sahabat junior Nabi Muhammad saw, Sayyidina Ali berkata, "Kebenaran yang tidak diorganisir akan dikalahkan oleh kebathilan yang diorganisir".[KTC]

Redaksi kaltimtoday.com.


Foto: ilustrasi/Photo-Dictionary.com

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.