News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Baca Buku tapi Tidak Masuk, Ini Masalahnya…

Baca Buku tapi Tidak Masuk, Ini Masalahnya…

KALTIMTODAY -- BANYAK minum banyak kencing, banyak baca banyak nulis. Begitu semangat yang disuntikkan kepada para jurnalis ketika mereka masuk dunia jurnalistik. Kalimat itu memang beralasan dan memiliki dasar yang sangat kuat.

Seorang profesor dari Malaysia dalam bukunya yang berjudul “Budaya Ilmu” menggambarkan bagaimana gairah bangsa Jepang dalam menuntut ilmu, khususnya membaca. Bahkan sampai ada seorang pemuda pencari kayu bakar yang dalam kondisi memikul kayu bakar, sambil berjalan ia tak pernah berhenti membaca.

Tidak heran jika kemudian membaca dikatakan sebagai jendela dunia. Siapa yang tidak membaca berarti tidak punya jendela dan siapa yang tidak punya jendela berarti tidak bisa melihat dunia. Wajar jika kemudian Jepang unggul hampir dalam segala bidang teknologi.

Sayangnya di negeri ini tradisi membaca masih cukup rendah. Jangankan mereka yang sudah sibuk bekerja, yang pelajar dan mahasiswa pun sepertinya masih banyak yang ogah membaca.

Ketika diberi tugas untuk menulis makalah atau meresensi buku, kalimat yang pertama kali mungkin diucapkan adalah, “Wah, payah nih, belum apa-apa sudah tugas makalah. Banyak lagi. Belum selesai tugas mata kuliah ini, eh dapat lagi tugas baru, puyeng aku”.

Hal itu menunjukkan bahwa membaca di negeri ini, khususnya bagi kebanyakan pelajar masih menjadi sebuah beban dari pada kebutuhan. Itulah mengapa tidak sedikit yang datang ke dosennya sembari mengeluh, “Pak, kenapa ya kalau saya baca buku itu, malah jadi ngantuk?”.

Kasus-kasus seperti itu banyak ditemui di sekitar kita, mungkin juga kita sendiri, he-he-he. Ngaku loh, ya!.

Sebenarnya, membaca itu adalah hal yang sangat asyik dan menarik. Sama asyiknya seperti menonton Euro Cup Polandia-Ukraina, sama enaknya seperti makan bakso, bahkan lebih menarik dari sekedar jalan-jalan ke Pantai Manggar di Balikpapan itu. Masak, sih?.

Menarik tidak menarik, enak tidak enak itu sebenarnya soal rasa. Selama kita tidak membiasakan diri dan menikmati sebuah aktivitas maka selamanya kita tidak akan pernah mampu melakukannya dengan senang hati.

Contoh, bagi ibu-ibu Piala Eropa endak begitu penting. Coba bagi yang masih muda dan penggemar bola, tentu Piala Eropa adalah hari yang menyenangkan, apalagi kalau tim kesayangan terus menang dan lolos sebagai juara.

Begitu pula dengan membaca. Banyak orang ogah membaca hanya karena belum tau cara membaca yang baik. Kemudian kurang mau membiasakan diri berlatih membaca. Pengennya cepat, sekali baca bisa paham dan bisa ngisi seminar. Yah, kalau seperti itu tidak ada hukumnya, he-he-he.

Nah, di sini portal kesayangan kita kaltimtoday.com akan berbagi tips cara berdialog dengan buku, atau tepatnya cara membaca efektif.

Pertama, milikilah niat yang sungguh-sungguh untuk memahami isi buku dengan sempurna. Fokus dan hadirkan hati dan perasaan Anda pada buku yang dibaca. Ketika ini gagal maka membaca akan sangat melelahkan dan menjemukan. Akibatnya bukan dapat ilmu malah ngantuk.

Kedua, atur strategi agar tidak mudah jenuh dan lesu. Ketiga, jangan pernah membaca dengan rasa ingin cepat selesai. Keempat, berhentilah pada kalimat-kalimat yang menurut Anda menarik. Kelima, buatlah ringkasan dari apa yang telah Anda baca.

Mengenai waktu, Anda bisa atur sendiri. Tetapi berdasarkan pengalaman beberapa orang, membaca pada saat bangun tidur itu adalah waktu paling efektif. Karena saat itu otak kita sedang dalam kondisi segar dan siap untuk diajak berpikir.

Stephen Palmquis dalam bukunya "The Tree of Philosophy" menambahkan apabila Anda menemukan pembahasan yang membosankan, bacalah secara cepat atau sepintas lalu sampai bertemu bagian yang menarik perhatian Anda.

Langkah-langkah di atas hanya sebagian dari tips bagaimana kita mampu berdialog dengan buku secara efektif. Silakan dicoba dan dilatih dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bisa menumbuhkan semangat untuk lebih rajin dan gemar membaca. Hanya dengan gemar membaca manusia bisa memiliki ilmu dan hanya dengan ilmu suatu bangsa akan maju. Ayo, membaca!.[KTC]

Redaksi kaltimtoday.com.

Foto: Ilustrasi/Ning.com

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.