News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Sadarilah, Doyan Bersantai itu Berbahaya!

Sadarilah, Doyan Bersantai itu Berbahaya!


KALTIMTODAY -- SEMUA ingin sukses, tentu. Tidak satu pun manusia yang ingin hidup dengan kegagalan. Lalu mengapa ada manusia yang tidak atau belum sukses, sementara mata muai kabur, rambut mulai memutih, dan tulang sudah tidak setegak waktu muda?.

Pepatah Inggris mengatakan, “Yesterday is today and today is tomorrow”. Peribahasa yang sederhana dan sangat simpel. Tetapi banyak manusia yang bermain-main dengan pepatah tersebut, sehingga waktu yang dilalui kebanyakan diisi dengan hal-hal yang tidak bermanfaat sama sekali.

Dalam ajaran agama tetap sederhana tetapi jauh lebih spesifik dan mendetail. “Siapa yang hari kemarin lebih baik dari hari ini maka merugilah ia. Siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka beruntunglah ia. Terakhir, siapa yang hari esok lebih buruk dari hari ini, celakalah ia”.

Ini berarti bahwa manusia akan menjadi manusia sukses manakala ia tidak pernah bermain-main dengan waktu apalagi mengabaikannya dengan melewatkan waktu tanpa makna dan tanpa arah. 

Siapa mereka? Ini dia beberapa di antaranya. Pertama, kaum remaja yang notabene pelajar seringkali masih berada di jalanan. Padahal mereka harus aktif mengikuti pelajaran di kelas. 

Lebih miris lagi ketika mereka berada di luar kelas justru sedang berdua dengan teman lawan jenisnya. Mereka mungkin bisa tertawa dan boleh jadi cukup puas. Tapi sadar tidak sadar itu semua sebenarnya merupakan racun yang mematikan masa depannya. Why? Tidak ada sejarahnya orang sukses yang setiap harinya digunakan untuk hanya berpacaran dan bersenang-senang.

Kedua, mahasiswa yang melewatkan waktunya lebih banyak di tempat-tempat rekreasi dari pada di perpustakaan atau ruang diskusi. Sejauh tidak ada perubahan sikap dan segera menyusun rencana hidup yang lebih progressif, niscaya perkuliahannya tidak akan memberinya perkembangan positif signifikan.

Ketiga, nah ini mungkin sering kita jumpai, khususnya di gang-gang kecil kota besar di Indonesia. Yaitu mereka yang sudah berusia tidak muda namun masih menggunakan waktunya untuk duduk ngobrol sana-sini, sembari terus-menerus mengisi harinya dengan bermain catur, domino, dan lain sebagainya. 

Ironisnya, ternyata mereka telah berstatus sebagai suami dan bapak dari anak-anaknya. Tentu pemandangan itu sangat buruk, kita tidak bisa membayangkan, bagaimana nasib atau masa depan anak-anaknya, jika sang bapak ternyata melewati waktu sebagaimana anak-anak menanti masa dewasa. Pantas jika Indonesia menjadi mangsa pasar dunia.

Ketiga contoh kelompok di atas memang tidak memungkinkan mereka menjadi manusia-manusia leader, tetapi sangat layak menjadi follower. Cuman kita tidak sadar kan kalau negeri ini jadi mangsa pasar? Industri global biasanya mengatakan seperti ini; “Indonesia adalah negeri yang kondisi pasarnya sangat kompetitif, menjanjikan, dan dinamis”.

Terus, bagimana dong caranya jadi inspirator dunia? Di sini akan dilaporkan dua contoh saja tokoh sukses diantaranya. Pertama, Andrea Hirata. Pria kelahiran Bangka Belitung itu telah menggegerkan dunia dengan karya novelnya yang sangat laris sehingga menjadi film yang ditayangkan di berbagai negara. Bahkan novel Laskar Pelangi telah diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia.

Kedua, Adnan Oktar atau lebih populer dengan nama Harun Yahya. Pria asal Turki itu berhasil menampikan fakta-fakta ilmiah tentang kehidupan yang sesungguhnya. Mulai dari fakta biologi yang meruntuhkan teori evolusi Charles Darwin sampai pada fakta nyata kehidupan yang setiap manusia harus mengakui bahwa dunia ini adalah ciptaan Tuhan. 

Keduanya, baik Andrea Hirata ataupun Harun Yahya telah gemar belajar sejak usia kecil. Andrea Hirata memiliki etos keilmuan sangat besar ketika belajar di SD Muhammadiyah yang kondisinya sangat memprihatinkan. Begitu juga dengan Harun Yahya, yang telah ‘mengkonsumsi’ buku-buku filsafat, theologi, matematika, dan biologi sejak usia 12 tahun. 

Jika kita ingin menjadi inspirator dunia, maka hiasilah waktumu sejak dini dengan pekerjaan-pekerjaan para inspirator dunia. Bukan dengan menjadi follower yang tak berpikir dan tak sadar. [KTC]


Foto: Ilustrasi/Zcache.com

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.