News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Faktanya, Tak Sebatas Apa yang Diucapkan

Faktanya, Tak Sebatas Apa yang Diucapkan


KALTIMTODAY -- YOU are what You Talk. Ya, demikian pepatah singkat dari Barat. Pepatah itu mengatakan bahwa Anda adalah apa yang Anda ucapkan. Benar, manusia berkata tentang segala hal dari apa yang pernah didengar, dilihat, dinikmati, digemari, bahkan dirindukan.

Seorang pecinta gosip tidak akan mungkin betah berlama-lama mendengar acara seminar. Demikian sebaliknya, para akademisi tidak mungkin enjoy mendengar orang yang suka bergosip. Itu artinya, siapa diri kita dapat dicek dan recheck secara sederhana. Tinggal kita lihat diri sendiri, selama ini suka ngomong yang berguna, bermanfaat atau asal ngomong yang tentunya tidak berfaedah.

Cara tersebut juga bisa digunakan untuk melihat kualitas suatu bangsa. Jika sebuah bangsa atau negara sajian medianya banyak mengumbar program yang miskin edukasi, maka rakyat dalam bangsa atau negara itu ogah dengan tema keilmuan. Jika ini terus terjadi, maka jadilah mereka mangsa industri hiburan atau entertain.

Padahal, hari ini hampir semua bidang kehidupan telah dirasuki jiwa industri. Sepak bola misalnya, olahraga paling populer di jagat raya ini, sudah bukan lagi perwujudan olahraga yang sesungguhnya. Tetapi lebih perwujudan dari praktik industri. Demikian pula halnya dengan yang lainnya. Bahkan kita lihat acara-acara bertema religi di televisi juga telah bergeser menjadi produk industri.

Dalam sepak bola misalnya, karena setiap nonton Liga Champion acara berlangsung malam, demikian juga dengan beberapa liga di Eropa. Eh, orang Indonesia ikut-ikutan olahraga malam hari. Olahraga yang diajarkan sejak SD dilaksnakan pagi hari digeser pada malam hari. Akibatnya apa, bukan sehat yang didapatkan tetapi malah sakit bahkan kematian. Beberapa kasusnya pernah terjadi.

Kenapa Liga Champion malam hari, itu rasanya bukan alasan kesehatan tetapi industri. Di malam hari para professional sudah meninggalkan kantor tempatnya bekerja. Artinya, kemungkinan mereka menonton bintang kesayangannya akan semakin besar. Disitulah pertandingan digelar. Sebab tanpa penonton maka tidak akan ada pemasukan dari tiket yang telah dicetak, dan itu berarti kerugian.

Orang Indonesia tidak mau ketinggalan. Karena Liga Champion adalah liga paling bergengsi di benua biru itu, sekalipun tengah malam tetap memaksakan diri bangun. Padahal besok paginya ada banyak agenda penting yang tidak boleh ditinggalkan. Seperti sekolah, kerja, berdagang, dan lain sebagainya. Jadi kita makin tidak rasional justru dengan memaksakan diri melihat apa yang kita anggap menarik.

Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi. Pasca final Piala Eropa 2012, diberitakan ternyata banyak PNS di beberapa kota yang tidak masuk dinas, karena kelelahan usai menonton siarang langsung final yang digelar di tengah malam.

Padahal, waktu malam itu sangat baik untuk persiapan diri menjadi lebih baik; penuh dedikasi dan prestasi. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa orang yang mampu berpikir besar adalah orang yang memanfaatkan waktu malamnya untuk berpikir dan berencana sebaik mungkin untuk kehidupan esok paginya.

Jadi, pandai-pandailah memilih, memilah, dan mengolah sesuatu. Jangan asal ikut-ikutan. Sebab apa yang Anda lihat dan Anda anggap baik maka disitulah Anda akan menjadi manusia. Orang yang suka melihat gosip, maka mulutnya akan menjadi penyebar gosip. Dan, orang yang suka belajar maka mulutnya akan menjadi corong ilmu dan kebenaran.

Bahkan lebih dari itu, apa yang Anda lihat dan Anda anggap baik, itulah jalan hidup Anda. Jika Anda menganggap baik kesia-siaan, selamanya Anda tidak akan pernah mampu menjadi manusia yang bermanfaat. 

Dan, Faktanya ternyata yang mesti kita pahami bukan saja "Anda adalah apa yang Anda ucapkan", tapi lebih dari itu adalah "Anda melakukan sesuatu atas apa yang menjadi pengetahuan Anda". [KTC]


Foto: Ilustrasi/fyiliving.com

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.