News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Kaltim Hapus Bentuk Pekerjaan Terburuk Anak

Kaltim Hapus Bentuk Pekerjaan Terburuk Anak



KALTIMTODAY -- Pemprov Kaltim bertekad menghapus bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak. Hal tersebut Kepala Kesbangpol dan Linmas Kaltim Hasyim Mi'radje pada Pembukaan Rakor Penguatan Kelembagaan Pemberdayaan Masyarakat dalam Penghapusan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak se-Kaltim yang diselenggarakan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Kaltim di Samarinda, Mei (16/5) lalu.

Bentuk pekerjaan yang rentan eksploitasi secara fisik maupun ekonomi terhadap anak dan berpotensi mengancam keselamatan anak, misalnya bekerja di pertambangan, sektor konstruksi, pemulung sampah, dilibatkan dalam produksi dan kegiatan yang menggunakan bahan-bahan peledak, pekerja di jalan dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

"Pekerjaan terburuk untuk anak juga sering terjadi di industri rumah tangga, perkebunan, penebangan, pengolahan dan pengangkutan kayu, dan jenis kegiatan yang menggunakan bahan kimia berbahaya," kata Hasyim saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak itu.

Dia menegaskan, praktek mempekerjakan anak pada berbagai jenis pekerjaan terburuk harus segera dihapuskan, termasuk di Kaltim, karena hal itu merendahkan harkat dan martabat manusia khususnya anak-anak, serta merampas kemerdekaan anak untuk tumbuh dan berkembang wajar

"Pada prinsipnya, kita sepakat bahwa semua komponen bangsa harus dapat mewujudkan suasana dan lingkungan yang sehat, menyenangkan dan aman bagi anak-anak agar dapat hidup dan tumbuh secara sehat dan optimal, menjadi anak sehat, cerdas, ceria dan berbudi luhur," ujarnya.

Sehubungan dengan itu, Rakor tersebut sangat penting dan strategis dalam upaya memperbaiki sumber daya manusia (SDM), mutu atau kualitas anak bangsa yang sesungguhnya merupakan tanggung-jawab dan pekerjaan yang cukup berat, namun sangat mulia.

Seperti diketahui, permasalahan anak masih cukup mewarnai kehidupan masyarakat di Kaltim. Tidak jarang ditemukan anak-anak bernasib kurang beruntung akibat kondisi lingkungan keluarga dan masyarakat serta hidup dalam lingkungan keluarga miskin yang terpaksa bekerja untuk memenuhi berbagai keperluan rumah tangga dan meninggalkan bangku sekolah.

Namun demikian, kondisi seperti itu sangat tidak menguntungkan bagi pembangunan, karena anak-anak yang tidak beruntung itu akan menjadi masalah dan beban yang dengan sendirinya juga menjadi masalah dan tanggung jawab kita semua, sesuai dengan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Ketua Panitia Pelaksana, H Musa Ibrahim dalam laporannya mengatakan, tujuan dari Rakor tersebut antara lain menyamakan pandangan dalam pengambilan kebijakan, strategi dan langkah-langkah yang diperlukan untuk sosialisasi dan program penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak.

Selain itu, kebijakan pelaksanaan dan perangkat pelaksana penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak tersedia, gerakan daerah untuk penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak terlembaga dan percepatan pembentukan Komite Aksi Daerah Pemberdayaan Masyarakat dalam Penghapusan bentuk-bentuk pekrjaan terburuk untuk anak.

Rakor ini dihadiri 30 peserta dari 14 kabupaten/kota se-Kaltim, dengan narasumber dari Dirjen Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, BPM-PD Kaltim, Dinas Pertambangan dan Energi Kaltim dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kaltim. (ina/hmsprov).

Source: Pemprov Kaltim

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.