News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Ini Dia Pakar Kesehatan Pertama Dunia

Ini Dia Pakar Kesehatan Pertama Dunia


Ini Dia Pakar Kesehatan dan Kedokteran Pertama Dunia
KALTIMTODAY -- JIKA hari ini perkembangan ilmu kedokteran berjalan sangat cepat sesungguhnya itu bermula dari perjuangan seorang Ibnu Sina. Siapa dia?. 

Abu Ali Husain Ibnu Abdillah Ibnu Sina atau disingkat Ibnu Sina adalah orang pertama yang mensyaratkan penelitian kesehatan pada setiap tempat yang akan didirikan rumah sakit. Jadi, sejak zamannya, mendirikan rumah sakit sudah tidak di sembarang tempat, tetapi pada tempat yang memang terjamin kesehatan lingkungannya.

Perihal Ibnu Sina, di Barat ia lebih dikenal dengan nama Avicenna. Ia lahir pada tahun 980 di Afghanistan. Woww.., ternyata Afghanistan punya ilmuwan hebat yang menginspirasi dunia. Sayangnya, negeri ini jadi bulan-bulanan Amerika Serikat sesaat setelah peristiwa WTC 2011.

Sejak kecil ia telah gemar mempelajari al-Qu’an dan sastra. Bahkan berdasarkan catatan sejarah, ketika berusia masih belia (10 tahun), Ibnu Sina sudah menguasai berbagai macam disiplin ilmu. Mulai dari Al-Qur’an, sastra, tafsir, fiqh, dan tasawuf serta filsafat.

Memasuki usia remaja, Ibnu Sina melanjutkan studinya dengan mendalami ilmu hukum, logika, matematika, politik, fisika, kedokteran dan filsafat. Semua itu ia peroleh dengan ketekunan yang luar biasa dalam belajar. Sekalipun otodidak, ketekunannya telah memberi bukti luar biasa.

Hebatnya, usia 17 tahun ia berhasil mengobati penyakit Khalifah Nuh bin Manshur. Atas hal itu, Ibnu Sina mendapat kesempatan belajar di perpustakaan kekhilafahan. Setelah setahun belajar di perpustakaan itu, ia berhasil menguasi seluruh bidang ilmu yang ada pada zamannya, dahsyat, bukan?

Ibnu Sina juga produktif menulis. Di antara karya besarnya adalah Qanun fi al-Thibb (Canon of Medicine). Buku ini dianggap sebagai "buku suci" ilmu kedokteran dan dijadikan buku pegangan para mahasiswa kedokteran Eropa hingga saat ini.

Karena begitu bagusnya karya Ibnu Sina itu, pada zamannya Qanun fi al-Thibb telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa; Latin, Ibrani, Perancis, Spanyol, Itali, dan sebagainya. ketika China dikuasai Dinasti Han, buku ini pun menjadi buku pegangan wajib kedokteran China.

Selain itu, Ibnu Sina juga menulis sebuah buku tentang penyakit saraf (neurasthenia). Buku itu membahas sejumlah metode pembedahan yang menegaskan perlunya luka dibersihkan (disinfection) agar steril. Proses ini disebut sterilisasi.

Ibnu Sina juga pernah menjabat sebagai menteri pada masa pemerintahan Syamsuddaulah di Hamdzan. Hebatnya, sekalipun menjalani amanah rakyat, ia tetap produktif menulis. Di bidang filsafat ia keluarkan buku yang berjudul Al-Syifa

Dalam buku tersebut dibahas tentang logika, fisika, matematika dan metafisikan secara mendalam. Kemudian pada 1593 buku ini diterbitkan di Roma dan di Mesir pada tahun 1331. 

Orisinilitas pemikiran Ibnu Sina diakui oleh seluruh dunia, baik Barat maupun Timur. Buku terakhir yang dianggap oleh para filosof dunia sebagai buku terbaik adalah karyanya yang berjudul al-Isyarat wat-Tanbihat. Pada tahun 1892 buku ini diterbitkan di Leiden Belanda, dan paling terakhir di terbitkan di Mesir pada tahun 1974.

Demikianlah sejarah singkat pakar kedokteran yang juga ahli filsafat dunia ini. Pemikirannya mewarnai belantika akademik dunia hingga saat ini. Mengapa ia bisa, karena ia konsisten, tekun dan tak kenal lelah dalam belajar. Tirulah itu jika kita ingin menginspirasi dunia!. [KTC]


Foto: Ilustrasi/SpiritofTheHealthkc

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.