News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Inilah Gaya ABG Puasa Ramadhan, Why Not?

Inilah Gaya ABG Puasa Ramadhan, Why Not?


KALTIMTODAY -- PAGI itu, hari pertama Ramadhan matahari sudah cukup tinggi, keluarlah seorang remaja laki-laki dari rumahnya. Wajahnya masih kusut. Tiba-tiba, dari depan rumah muncul teriakan, "Hei, lagi ngapain kamu ngendap di rumah, kok baru nongol?”. Ternyata suara si Jordi, tetangganya. 

"Sorry, bro, aku telat bangun jadi ya sekalian aja tidur. Habis ngantuk banget, mana dingin lagi,” jawab anak muda yang kita sebut saja Alba ini.

Ya, suasana seperti yang tergambar dalam dialog singkat di atas sepertinya tidak asing bagi para Anak Baru Gede atau ABG dalam menjalani ibadah puasa seperti hari-hari ini. 

Di antara mereka belum tumbuh satu pemahaman dan kesadaran yang baik tentang bagaimana mengisi puasa secara produktif. Umumnya malah ada yang tidak sahur hanya karena malas, dan juga masih cukup banyak yang tidak sholat shubuh karena tak mampu menahan rasa kantuk usai makan sahur.

Kondisi seperti itu tentu tidak untuk dimaklumi, sehingga tidak ada perubahan pola hidup dalam kehidupan berpuasa kita. Sebab hal itu justru akan mengurangi kesempurnaan puasa yang kita lakukan. Lebih buruknya puasa tak meninggalkan bekas peningkatan berarti dalam kehidupan.

Yang malas tetap malas, yang tidak berprestai tetap tidak punya motivasi merubah diri. Dan, yang biasa bolos sekolah tetap tidak pernah mampu menikmati masa mudanya dengan belajar penuh kesungguhan. Hal ini adalah musibah, bahkan lebih besar dari bencana banjir yang melanda setiap tahun.

Lalu, apa yang harus kita lakukan selama puasa? Bagaimana mengatur waktu, dan apa yang harus menjadi target puasa kita tahun ini?.

Di sini redaksi kaltimtoday.com ingin berbagi tips tentang semua itu. Harapannya, adik-adik remaja atau ABG, termasuk para orang tua yang memiliki anak yang sudah ABG dapat mengoptimalkan puasanya dengan banyak meningkatkan produktivitas selama Bulan Ramadhan.

Pertama, jika kita termasuk orang yang susah bangun sahur, maka niatkanlah mulai siang ini untuk makan sahur. Gunakan segala alat untuk membantu kita agar bisa bangun sahur, seperti alarm HP, atau mungkin minta di miscall sama temen-temen sekolah, untuk saling mengingatkan bangun sahur. 

Begitu HP berdering, segera bangun, singkap selimut dan bergegas ambil air wudhu’ agar segar wajah dan hilang rasa kantuk yang menggelantungi mata kita. Usahakan untuk bersahur di akhir waktu agar setelahnya tidak tidur lagi. Karena lebih baik sahur di akhir waktu daripada galau sepanjang waktu, he-he-he.

Kedua, jangan sampai tidak sholat Shubuh. Usai sahur lakukan sesuatu agar mata tidak tergoda untuk terpejam lagi. Apa itu? Bisa dengan membantu ibu mencuci piring, menyapu, atau mungkin jika di rumah ada pembantu, kita bisa membuka al-Qur’an dan membacanya hingga adzan Shubuh berkumandang. Jangan hanya pasif nonton TV. Hari gini mau aja diboongin TV, primitif kalee, he-he-he.

Ketiga, jangan sampai tidur pagi. Usai sholat Shubuh segera lakukan persiapan yang diperlukan untuk jadwal hari ini. Misalnya masuk sekolah jam 07:30 maka sejak jam 6 kita sudah harus mulai beres-beres.

Mandi, pakai seragam, siapin buku pelajaran, dan kalau perlu baca beberapa paragraf dari buku yang akan dibahas di kelas hari ini. Wah, enak kan, kalau ada yang belum dipahami langsung bisa bertanya kepada guru ketika belajar di kelas. Jangan seperti selama ini terjadi, masuk kelas keluar kelas sama saja. Sama-sama tidak paham pelajaran. Aduh, jangan lagi deh, kasihan.

Keempat, hindari berbicara yang tidak perlu. Puasa itu menahan diri dari menuruti hawa nafsu. Oleh karena itu hindari atau hilangkan kebiasaan ngomongin orang. Selain akan mengurangi kesempurnaan puasa. Kita cenderung akan menjadi orang yang pandai komentar tapi tidak pandai membuat prestasi. Rugi, kan? Makanya jauhilah ngomong yang tidak perlu.

Kelima, bahagiakanlah orang tua kita dengan berusaha sungguh-sungguh menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Umumnya ABG lebih percaya teman dari pada orang tua. Tidak jarang orang tua dianggap kuper, gak gaul. 

Padahal, sebelum kita menjadi ABG, orang tua yang kita anggap kuper itulah yang paling sayang kepada kita. Maka hargai usaha mereka dengan menempa diri menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Syukur kalau ternyata bisa berprestasi. Selamat menikmati indahnya Ramadhan ya.

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.