News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Ironi, Komoditi Laut Perbatasan Dikuasai Tawau!

Ironi, Komoditi Laut Perbatasan Dikuasai Tawau!


KALTIMTODAY -- Lebih dari 50 ton perbulan ikan-ikan hasil tangkapan masyarakat nelayan perbatasan dikirim ke Malaysia khususnya Tawau baik nelayan langsung maupun pengepul dari negeri tetangga.

Padahal ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim Iwan Mulyana melalui Kepala Bidang Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) H Mukhransyah, ikan-ikan tersebut oleh pedagang di Tawau dijadikan komoditi ekspor atau dikirim lagi keluar Tawau.

Dikatakannya, hampir 100 persen ikan komoditi ekspor Tawau merupakan ikan-ikan hasil tangkapan para nelayan perbatasan dari Kaltim.

"Hal ini terjadi karena selama ini banyak kapal-kapal nelayan kita mengisi BBM (bahan bakar minyak) di Malaysia," ujar Mukhransyah.

Hasil tangkapan berupa ikan ataupun hasil kelautan lainnya dijual ke Malaysia dengan harga yang cukup murah. Kondisi ini tentunya sangat tidak menguntungkan bagi para nelayan bahkan daerah, karena tidak memberikan kontribusi bagi pemerintah daerah.

Beberapa pulau terluar seperti Maratua atau Sebatik diupayakan untuk menjadi pusat suplay BBM bagi sekitar 3.674 unit kapal nelayan. Ketersediaan BBM tentunya sangat mendukung bagi kapal-kapal nelayan Kaltim yang beroperasi di wilayah perbatasan.

Sekaligus untuk mengimbangi kapal-kapal nelayan asing yang berusaha untuk mencuri ikan di wilayah tersebut. Apalagi, Sebatik sangat berpotensi menjadi salah satu pusat pasar ikan jika kebutuhan BBM bagi kapal-kapal nelayan terpenuhi di sini.

"Sehingga diharapkan nantinya tidak ada lagi nelayan-nelayan kita yang jual ikan ke pedagang di Tawau ataupun Sabah, tetapi pedagang asinglah yang datang ke Sebatik untuk membeli ikan," harapnya.

Selain itu, DKP Kaltim melalui Bidang KP3K telah melakukan kegiatan berupa pemberdayaan masyarakat pesisir. Diantaranya, pelatihan dan keterampilan berusaha, bantuan modal usaha berupa peralatan, fasilitasi kredit modal dari lembaga perbankan resmi serta dimediasi terjalinnya kemitraan usaha dengan pihak luar.

Penataan ruang KP3K sedang disusun melalui rencana Zonasi yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah yang sedang dibahas, sehingga terjalin pemanfaatan wilayah secara harmonis, efektif, adil dan transparan.

"Pengelolaan pesisir sedang disusun sesuai rencana strategis, sehingga pemanfaatan untuk kepentingan ekonomi tidak berbenturan dengan upaya menjaga kelestarian ekosistem dan mengarah pada keberpihakan pada kepentingan nelayan Kaltim, sekaligus mengantisipasi tekanan alam seperti abrasi, naiknya air permukaan laut serta global warming," jelas Mukhransyah. (yans/hmsprov)

 Sumber: Pemprov Kaltim

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.