News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Jangan Malu Jadi Petani!

Jangan Malu Jadi Petani!


KALTIMTODAY -- Kekuatan pondasi ekonomi seperti apa yang harus disiapkan, pasca berakhirnya kekayaan sumber daya alam tidak terbarukan di Kaltim? Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak punya jawaban tegas soal itu.

"Saya memiliki keyakinan besar, bahwa pertanian kita di masa depan akan jadi rebutan. Pembangunan pertanian dalam arti luas akan menjadi penyangga kedaulatan pangan nasional," ujar Awang Faroek saat menjadi nara sumber dalam dialog TVRI yang dipandu sutradara senior Indonesia, Slamet Rahardjo, awal Mei lalu.

Dengan keyakinannya itu, langkah segera yang akan dilakukan Gubernur Awang Faroek diantaranya adalah melakukan roadshow ke sejumlah Perguruan Tinggi di Kaltim. Intinya gubernur ingin menjelaskan bahwa pengembangan pertanian dalam arti luas merupakan potensi besar yang pantas dikembangkan di Kaltim.

Pertanian masa depan, bukanlah profesi yang selalu berkonotasi cangkul, kotor dan bau. Awang mengajak para pelajar dan generasi muda untuk tidak ragu dan malu menjadi petani. Berbagai potensi pertanian sangat layak dikembangkan di tanah Kaltim dan dipastikan bakal memberikan serapan tenaga kerja yang sangat besar.

"Pengembangan pertanian itu, bukan berarti Kaltim hanya akan memproduksi raw material (produk mentah) saja. Visi pembangunan kita adalah menuju Kaltim sebagai pusat agroindustri yang akan mengarah pada industrialisasi pertanian, manufacturing dan nilai tambah produk. Secara berkelanjutan ini akan berdampak pada peningkatan kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan," beber Awang.

Pemprov Kaltim juga akan menyiapkan program-program pelatihan untuk mendidik para petani Kaltim menjadi petani-petani modern, yang tidak lagi hanya mengandalkan peralatan tradisional, tetapi diarahkan kepada full mekanik (peralatan bermesin).

Rencana membangun Kaltim sebagai penyangga kedaulatan pangan nasional, menurut Gubernur Awang Faroek bukan hal yang tidak mungkin diwujudkan. Pasalnya, pulau Jawa yang hingga saat ini masih menjadi penyangga utama, ketersediaan lahan pertaniannya kian menyempit, sementara jumlah penduduk terus bertambah.

Awang juga menjamin bahwa petani Kaltim tidak akan mengalami kesulitan dalam hal permodalan sebab pemerintah melalui Bank Pembangundan Daerah (BPD) Kaltim telah menyiapkan Rp1,3 triliun kredit untuk pengembangan program pertanian dalam arti luas. Namun tentu, kata dia, harus mengikuti standar kredit yang ditetapkan pihak bank, yang juga telah dikemas lebih sederhana.

"Saya bertanya kepada 10 mahasiswa, hanya dua dari mereka yang mau jadi petani. Saya akan bekerja keras untuk mengubah menjadi delapan mahasiswa yang mau jadi petani," ujar Awang.

Program yang saat ini sedang berjalan adalah pengembangan rice and food estate seluas 200.000 hektare. Program ini pun telah mendapat dukungan Menteri BUMN Dahlan Iskan dengan mengarahkan sejumlah BUMN untuk mendukung program tersebut. Gubernur juga menegaskan program ini akan terwujud dengan dukungan seluruh stakeholder.

Pemerintah menyiapkan kebijakan tata ruang, Perguruan Tinggi menyiapkan sumber daya manusia dan pengusaha menyiapkan modal investasi , sedangkan petani dan organisasi berpikir ekonomi untuk membangun pertanian Kaltim.

"Ini sekaligus pesan saya kepada para petani di Kaltim. Janganlah sepanjang tahun petani berpikir urusan politik. Marilah lebih banyak memikirkan bagaimana membangun ekonomi Kaltim yang berkelanjutan karena itulah masa depan kita," kata Awang.

Sedangkan anggota DPRD Kaltim Aji Sofyan Alex yang juga menjadi nara sumber pada dialog tersebut memuji inisiatif gubernur membangun lokomotif ekonomi baru Kaltim berbasis sumber daya alam terbarukan.

"Kita sangat mendukung gagasan Gubernur Awang Faroek untuk menyiapkan lokomotif ekonomi baru Kaltim berbasis sumber daya alam terbarukan. Tapi satu hal yang harus menjadi catatan kita, jangan sampai petani ditinggalkan. Makanan yang kita setiap hari adalah hasil kerja mereka," ujar Sofyan Alex.

Diskusi juga dihadiri Kepala Bappeda Kaltim H Rusmadi dan pakar pertanian dari Universitas Mulawarman Samarinda Prof Riyanto. (sul/hmsprov)


Source: Pemprov Kaltim

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.