News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Kenapa Sulit untuk Konsisten?

Kenapa Sulit untuk Konsisten?


KALTIMTODAY -- SERING kita punya niat yang begitu kuat tatkala usai mengikuti sebuah pelatihan motivasi atau forum diskusi. Tetapi seketika pula niat itu pudar entah kenapa. 

Bahkan, tidak jarang, dalam pelatihan atau forum demikian itu, di antara kita yang punya tekad kuat seketika menyadari telah berbuat bodoh atau berbuat salah. Tetapi seketika pula kita jadi lemah dan lupa akan niatnya sendiri.

Apa sebab?. Ternyata karena kebiasaan menunda-nunda dan suka beralasan. Inilah penyakit yang harus diselesaikan dengan segera. Jika tidak, sebanyak apapun ilmu kita miliki, sejauh mana pun kita menghadiri acara pelatihan dan diskusi, semua itu tidak akan berarti apa-apa. Sebab kita tidak punya tekad yang kuat untuk segera menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.

Anda mungkin sempat tahu bahkan mungkin mengalami pernah menangis dalam sebuah forum pelatihan. Biasanya tatkala materi pelatihan telah menginjak masa injury time (akhir acara) yang menghadirkan materi introspeksi diri. Ada banyak orang yang menangis tersedu-sedu, bahkan ada yang menangis histeris. Tetapi apa yang terjadi setelah semua kembali ke rumah masing-masing?.

Semua tidak ada perubahan. Kebiasaan lama masih mentradisi dan keinginan perubahan hanyalah impian. Hal tersebut terjadi karena tidak adanya konsistensi dalam diri. 

Lalu, bagaimaana caranya agar kita bisa menjadi manusia yang konsisten. Berikut beberapa tipsnya persembahan redaksi www.kaltimtoday.com yang semoga tetap selalu setia menemani hari-hari Anda. :)

Pertama, pasanglah niat yang tulus, ikhlas, utuh atau sebulat-bulat niat, sehingga tidak ada ruang untuk menunda. Artinya tidak pernah bermain-main untuk merencanakan sesuatu dan segera berusaha merealisasikannya apapun halangan dan rintangan yang menghadang. Apalagi kalau hanya karena capek atau ngantuk. Tetaplah kerjakan apa yang Anda niatkan.

Misalnya, Anda ingin membuat sebuah karya tulis satu halaman A4 setiap pagi, tepatnya pukul 05:00 – 06:00. Maka keesokan harinya, ada tidak ada ide atau tidak ada mood, Anda harus tetap menulis sebagaimana rencana Anda, tanpa harus peduli kualitas tulisan saat itu.

Why? Jika ditunda bisa jadi Anda akan terhalang lagi oleh rasa kantuk, sehingga kembali tidur, atau apatis dengan rencana yang baik itu. Pada akhirnya tidak pernah mewujudkan rencananya.

Kedua, yakin dan teruslah kuatkan keyakinan Anda pada rencana yang telah dibuat. Suatu saat pasti akan memberikan manfaat, sekalipun tidak ada satu pun manusia yang menghargai niat bagus Anda ketika Anda terus-menerus melakukan niat baik Anda.

Hal inilah yang dilakukan oleh Thomas Alva Edison, penemu lampu pijar. Keyakinannya terhadap eksperimen untuk bisa menemukan listrik mengantarkannya memiliki energi yang sangat besar untuk terus berusaha sekalipun tidak ada yang mendukungnya dan berulang kali mengalami kegagalan. Akhirnya pada percobaan ke seribu, ia pun berhasil membuktikan eksperimen. Dan, tercatatlah ia sebagai penemu lampu pijar pertama di dunia.

Ketiga, carilah teman yang bisa bersama-sama membangun komunitas. Teman adalah cermin diri. Seorang preman tidak mungkin punya teman setia seorang guru. Sebagaimana tidak mungkin ada matahari di malam hari.

Ini bisa kita lihat pada diri seorang Dr. Hamid Fahmy Zarkasy. Putra ke sembilan dari pendiri Pondok Pesantren Darussalam Gontor itu awalnya tidak dikenal oleh publik tanah air. Tetapi karena ia punya teman yang memiliki gagasan sama dan punya komitmen membangun komunitas diskusi, akhirnya terbentuklah INSISTS. Sebuah komunitas studi yang konsen membahas masalah ilmu dan peradaban.

Sekiranya ada kesempatan, lalu Anda bertanya rahasia dari keberhasilan, jawabnya pasti satu, konsisten. Jadi milikilah konsistensi meskipun harus berkorban atau bahkan menderita.

Sebab kualitas manusia diukur dari kemampuannya menghadapi tantangan. Bukan pada banyaknya kemudahan. Jika ada kesulitan, bersyukurah berarti ada kesempatan menjadi manusia hebat. Karena Anda akan mendapat konsistensi itu hanya dari kesulitan bukan kemudahan.


Foto: Ilustrasi/WakeUpCloud.com

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.