News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Masa Depan Kaltim Adalah Pertanian

Masa Depan Kaltim Adalah Pertanian

KALTIMTODAY -- Dari Kawasan Delta Kayan Food Estate, di Kabupaten Bulungan, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak kembali menegaskan bahwa masa depan Kaltim adalah pertanian, bukan minyak dan gas atau pun tambang batu bara.

Penegasan gubernur tersebut disampaikan saat melakukan panen padi perdana di areal pengembangan Rice and Food Estate PT. Nusa Agro Mandiri (NAM), Solaria Group di Desa Salim Batu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Bulungan.

"Hari ini saya ingin menegaskan, bahwa pertanian dan petani itu adalah masa depan Kaltim. Sebelum gas dan minyak kita habis, sebelum batu bara kita selesai, kita harus melakukan antisipasi dengan menyiapkan lokomotif ekonomi baru yang lebih kokoh dan berkelanjutan dengan dukungan sumber daya manusia yang baik.
Jawabannya adalah pertanian. Maka jangan pernah malu untuk menjadi petani,sebab hari ini kita telah menyaksikan masa depan itu ada di sini," kata Awang Faroek bersemangat, disambut aplaus ratusan petani yang menghadiri panen perdana tersebut, Selasa (12/6).

Kaltim lanjut Awang, memiliki peluang yang sangat besar untuk pengembangan Rice and Food Estate ini. Pasalnya, Kaltim masih memiliki potensi lahan yang cukup luas untuk dikembangkan. Dukungan pun telah diberikan oleh para bupati untuk program ini dengan menyiapkan lahan untuk pengembangan rencana tersebut.

Selain itu, ketertarikan pihak swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti dilakukan PT NAM, PT Miwon dan PT. Sang Hyang Seri untuk memulai pengembangan program Rice and Food Estate juga memiliki peran sangat besar dalam upaya Kaltim mendukung mencapai kedaulatan pangan nasional.

"Program ini akan sukses jika kita kerjakan secara bersama-sama. Dan satu pesan saya, seluruh proses pembangunan ini akan berjalan dengan lancar jika kita semua dapat menjaga suasana damai dan aman, termasuk para petani di sini," seru Awang.

Panen padi dilakukan di lokasi PT. NAM diatas areal 40 hektare. Perkiraan hasil panen dari panen perdana ini adalah 60 ton atau 1,5 ton per hektare.

Di lokasi itu, Gubernur Awang Faroek dan rombongan juga melakukan penanaman kedelai pada sebagian petak sawah yang telah dipanen. Di lokasi PT.NAM ini pola pertanian akan dilakukan dengan sistem 2 x tanam padi dan sekali tanam kedelai dalam tempo satu tahun.

Sebelum melakukan panen di lokasi PT.NAM, Gubernur Awang Faroek yang kemarin hadir bersama Ketua DPRD Kaltim H Mukmin Faisyal, Sekprov Kaltim Irianto Lambrie, Kasdam VI Mulawarman Brigjend. O. Sudjatmiko, Danrem 091/ASN Kolonel Ganip Warsito juga melakukan penaburan benih ikan, penanaman kedelai, pelepasan itik dan penanaman jeruk di lokasi demplot pertanian masyarakat Tanjung Buka, Bulungan.

Dalam kesempatan itu Gubernur Awang Faroek menyerahkan sejumlah bantuan Pemprov Kaltim kepada sejumlah kelompok tani di Bulungan. Diantaranya berupa empat hand traktor, 45 knap sack sprayer dan 1 ton sarana produksi (alokasi Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Prov. Kaltim), 194 ekor sapi, 20 unit biogas, 100 ekor itik, 600 ekor sapi/kerbau betina bunting dan bantuan-bantuan lainnya.

Sementara Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian Kementerian Pertanian, Gatot Irianto memberikan apresiasi yang tinggi atas dukungan kuat Gubernur Awang Faroek untuk membangun pertanian di Kaltim. Apresiasi juga diberikan kepada para investor yang tanpa ragu menginvestasikan dana mereka untuk pengembangan pertanian di Kaltim.

"Jika gubernur sudah memberikan fokus pada pembangunan pertanian, SKPD yang lain pun harus bisa membantu. Misalnya, harga beras bisa dijaga dan transportasi untuk angkutan produk pertanian juga harus dipikirkan. Begitu pun nilai tambah produk bagi petani juga harus dipikirkan," tegas Gatot. (sul/hmsprov).

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.