News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Pemuda Berperan Dukung Pembangunan Daerah

Pemuda Berperan Dukung Pembangunan Daerah

KALTIMTODAY -- Pemuda berperan penting dalam mendukung pembangunan daerah. Pernyataan ini disampaikan Sekprov Kaltim, Dr H Irianto Lambrie dalam materi yang disampaikan Asisten III Sekprov Kaltim dalam seminar yang digelar Dispora Kaltim mengenai Undang-Undang Nomor 12/2010 tentang gerakan pramuka di lingkungan SKPD Pemprov Kaltim.


"Sejarah perjuangan bangsa Indonesia telah mencatat peran penting pemuda yang dimulai sejak pergerakan Budi Utomo pada 1908. Dalam proses pembangunan bangsa, khususnya daerah, pemuda merupakan kekuatan moral, kontrol sosial dan agen perubahan yang memiliki semangat kejuangan, sifat kritis, idealis, inovatif, progresif, dinamis, reformis dan memiliki wawasan jauh ke depan," kata Irianto Lambrie.

Menyadari pentingnya peran pemuda terhadap pembangunan dan kemajuan bangsa, kini pemerintah telah mengeluarkan UU Nomor 40/2009 tentang Kepemudaan. Dalam UU ini diberikan jaminan terhadap perlindungan dan kepastian hukum atas eksestensi, memperkuat posisi dan memberikan kesempatan kepada setiap pemuda untuk mengembangkan potensi, kapasitas, aktualitas diri dan cita-cita mereka.

Undang-undang ini juga memuat pengaturan mengenai segala aspek pelayanan kepemudaan, yakni pemuda dapat melakukan koordinasi dan kemitraan, pemuda juga berhak didukung dengan sarana dan prasarana serta membentuk organisasi kepemudaan.

"Nah, diharapkan dari strategi yang dimiliki pemuda dapat didukung peran serta masyarakat dalam memberikan pelayanan kepada pemuda, baik penghargaan, pendanaan serta akses permodalan bagi kegiatan kewirausahaan pemuda secara terencana, terpadu, terarah dan berkelanjutan," jelasnya.

Selain itu, Irianto menjelaskan, bahwa gerakan pemuda untuk menjadi wirausaha saat ini masih kurang, terutama dalam pengelolaan manajemen dan pengelola usaha yang lebih professional, yang ditunjang dengan pembiayaan modal awal kerja dan dana pendamping untuk perluasan usaha baik usaha kecil, menengah dan koperasi.

Hal ini, juga dikarenakan kurangnya partisipasi pemuda untuk semangat bersekolah yang berdampak masih banyak pemuda dan pemudi yang buta huruf, terutama daerah terpencil. "Saat ini memang pemuda yang berhasil mencapai pendidikan tertinggi masih sangat kecil dan terbatas.

Terutama di daerah pedalaman dan perbatasan. Pemprov Kaltim melalui kebijakan umum dan program pembangunan daerah, berharap pengembangan dan keserasian kebijakan pemuda dapat terus ditingkatkan, sehingga peran pemuda dapat dirasakan dan bermanfaat bagi masyarakat di daerah," harapnya. (jay/hmsprov)

Source: Pemprov Kaltim

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.