News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Perlu Dukungan Pusat Bangun Food Estate

Perlu Dukungan Pusat Bangun Food Estate

KALTIMTODAY -- Pemprov Kaltim membutuhkan dukungan pemerintah pusat untuk memuluskan rencana pogram rice and food estate di Kaltim. Dukungan tersebut menjadi sangat penting sebab program ini akan menjadikan Kaltim sebagai penyangga kedaulatan pangan nasional. Sepuluh kabupaten di Kaltim telah menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung program ini.

Hal tersebut diungkapkan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan HM Sa'bani dalam Rapat Koordinasi Kebijakan Peningkatan Investasi Pertanian Skala Luas yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim di Balikpapan.

Sa'bani mengatakan bahwa Kaltim telah menyiapkan lahan pertanian pangan kurang lebih 343.461 hektar. Saat ini perekonomian Kaltim masih didominasi oleh perekonomian yang berbasis Sumber Daya Alam (SDA) yang tak dapat diperbaharui, seperti minyak, gas dan batubara.

"Hingga triwulan pertama tahun 2012 di Kaltim, Product Domestic Regional Bruto atau PDRB masih didominasi oleh sektor pertambangan sebesar 50,79 persen sedangkan sektor pertanian hanya menyumbang 5,35 persen saja," ujarnya.

Hal ini bukanlah struktur perekonomian yang diharapkan oleh Pemprov Kaltim karena diyakini perekonomian yang mengandalkan ekploitasi SDA tak terbarukan tidak dapat bertahan lama dan tidak berkesinambungan. Lain halnya dengan SDA yang dapat diberbaharui seperti sektor pertanian dalam arti luas.

Oleh karena itu, Kaltim telah mempersiapkan lokomotif ekonomi baru berbasiskan SDA yang dapat diperbaharui, dengan pendekatan tidak lagi mengekspor bahan mentah, namun menjadi eksportir bahan olahan yang memiliki daya saing, nilai tambah dan mampu memberikan efek ganda baik bagi masyarakat maupun pada perekonomian Kaltim.

Pemprov Kaltim, lanjutnya melalui Program Kaltim Bangkit 2013 melakukan revitalisasi pertanian dalam arti luas untuk memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Konsep food estate diletakkan atas dasar keterpaduan sektor dan subsektor dalam suatu sistem agribisnis dengan memanfaatkan sumberdaya secara optimal dan lestari, dikelola secara profesional, didukung oleh sumberdaya manusia yang berkualitas, teknologi tepat guna yang berwawasan lingkungan dan kelembagaan yang kokoh," ujarnya.

Rapat Koordinasi Kebijakan Peningkatan Investasi Pertanian Skala Luas ini, menghadirkan beberapa pembicara diantaranya Deputi Bidang Koordinasi Pertanian dan Kelautan, Ir. Diah Maulida,M.A, Kepala Bappeda Kaltim Dr Rusmadi, Kepala BPPMD Kaltim HM Yadi Sabianoor, Akademisi diwakili oleh Prof Ristono dan General Manager PT Sang Hyang Sri (SHS) Regional VI, Muhammad Yasir. (yul/hmsprov)

Foto: Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan HM Sa'bani (tengah) dalam Rapat Koordinasi Kebijakan Peningkatan Investasi Pertanian Skala Luas. (ega/humasprov kaltim).

Source: Pemprov Kaltim

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.