News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Perokok Kaltim: Laki-Laki 54,6 Persen, Perempuan 3,3

Perokok Kaltim: Laki-Laki 54,6 Persen, Perempuan 3,3

KALTIMTODAY -- Pemprov Kaltim akan melaksanakan Program Kawasan Tanpa Rokok (KTR), program ini merupakan suatu langkah penanganan serius tentang bahaya maupun dampak asap rokok bagi perokok maupun yang menghirup asap rokok.


"Program KTR atau kawasan tanpa asap rokok ini sebetulnya bukan melarang orang untuk merokok, karena itu hak. Tetapi melalui program ini akan diatur bagimana tempat bagi si perokok agar asapnya tidak terhirup atau merugikan orang yang tidak merokok.

Utamanya pada bayi, anak-anak dan ibu hamil karena asap rokok tidak sehat dan sangat beresiko tinggi pada kesehatan mereka," kata Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kaltim, dr Achlia Dahlan melalui Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Tidak Menular dan Penanggulangan Bencana, Wahyudinata, belum lama ini.

Dia mengatakan, pada rokok terdapat banyak zat-zat kimia yang membahayakan tubuh diantaranya yang lebih menonjol yaitu kandungan tar. Tar adalah sebuah zat yang dihasilkan dalam pembakaran tembakau (rokok biasa) dan bahan tanaman lain (rokok herbal) ketika seseorang merokok. Dia merupakan campuran dari beberapa zat yang bersama-sama membentuk suatu massa yang dapat melekat di paru-paru.

Menurut dia, jika kandungan tar tersebut tinggi dan terhirup bagi orang yang merokok maupun tidak, paru-paru yang semestinya bekerja dengan baik, akan mengalami suatu kekejangan atau kekakuan sehingga paru-paru di dalam tubuh tidak bisa maksimal untuk mengambil oksigen dari luar yang akan mengakibatkan keletihan kekurangan oksigen.

"Khusus perokok yang sudah bertahun-tahun ketika paru-paru tersebut diperiksa biasanya dipenuhi dengan zat-zat kimia termasuk tar yang bentuknya seperti aspal tebal yang menempel pada jaringan paru-paru yang sangat membahayakan bagi tubuh," katanya.

Namun demikian, saat ini banyak masyarakat yang tidak peduli dampak dari asap rokok yang ditimbulkan. Selain rokok sangat merugikan kesehatan, rokok juga sangat merugikan dalam hal material. Dalam hal ini yang menjadi masalah adalah bagaimana bagi orang yang tidak merokok tidak terkena dampak negatif.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah memberikan peringatan (warning) kepada seluruh negara untuk mengatasi penyakit tidak menular. Indonesia sudah terjadi peningkatan kasus-kasus penyakit tidak menular sementara penyakit ini belum teratasi secara maksimal. Penyakit tidak menular seperti jantung, asma, paru-paru, diabetes, kanker, penyakit regeneratif lainnya yang keseluruhannya diakibatkan terpaparnya asap rokok.

Sekitar 200 ribu penduduk Indonesia yang terpapar dengan asap rokok karena orang yang merokok akan mengakibatkan dampak yang negatif bagi kesehatan baik dirinya yang merokok maupun kepada yang tidak merokok.

"Provinsi Kaltim orang yang aktif merokok Laki-Laki sebanyak 54,6 persen sedangkan Perempuan 3,3 persen . Diharapkan sisa dari jumlah tersebut yang merupakan perokok pasif dapat bebas dari asap rokok melalui Program KTR. Peraturan Gubernur (Pergub) untuk untuk pembentukan kawasan tanpa rokok ini sedang dalam tahap pembahasan,"ujarnya. (ina/hmsprov)

Source: Pemprov Kaltim

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.