News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Tambang Berpredikat Buruk Diancam Ditutup

Tambang Berpredikat Buruk Diancam Ditutup

KALTIMTODAY -- Pemerintah Provinsi Kaltim akan melakukan evaluasi terhadap perusahaan batu bara yang mendapat penilaian bendera merah (katagori buruk) terkait pengelolaan lingkungan (proper) yang diumumkan pada puncak Hari Lingkungan Hidup se dunia, di Lamin Etam Samarinda, awal Juni lalu.

Evaluasi akan dilakukan, terkait dengan usaha perusahaan batu bara untuk menindaklanjuti berbagai rekomendasi pemerintah terhadap berbagai upaya memperbaiki pengelolaan lingkungan hidup agar lebih baik.

"Jika setelah dilakukan evaluasi tidak ada perubahan, Pemprov Kaltim akan melakukan tindakan tegas, yakni menginstruksikan kepada pemberi izin untuk menutup kegiatan perusahaan tersebut. Baik melalui kementrian, terkait izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) atau bupati dan walikota yang memberikan Izin Usaha Pertambangan (IUP)," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kaltim, H Riza Indra Riadi.

Dia menyebutkan, sejumlah perusahaan yang mendapatkan predikat bendera merah pada Puncak Hari LH se Dunia di Kaltim, yakni PT Sinar Kumala Naga (Kukar), PT. Raja Kutai Baru Makmur (Kukar), PT. Bara Kumala Sakti (Kukar) dan PT. Alam Jaya Barapratama (Kukar).

Selain itu PT. Lembuswana Perkasa(Kukar), PT. Gunung Harang Sejahtera (Kukar), PT. Trias Patriot Sejahtera (Kukar), KUD Kopta (Samarinda), PT. Panca Prima Mining (Samarinda), PT. Transisi Energi Satu Nama (Samarinda), PT. Energi Cahaya Industritama (Samarinda), CV. Limbuh (Samarinda), KSU Putra Mahakam Mandiri (Samarinda), PT. Damanka Prima (Kutim).

Selain itu, setelah evaluasi dan audit yang dilakukan di lapangan, tim evaluasi dan audit yang juga didampingi dari Dinas Pertambangan Kaltim diharapkan selalu ada berita acara, sehingga dapat diketahui kekurangan yang perlu diperbaiki dari perusahaan yang dievaluasi.

"Semua akan dievaluasi dan diaudit, sehingga aktivitas pengelolaan batu bara yang berbasis lingkungan juga dapat dilaksanakan dengan baik," jelasnya.

Bagi perusahaan yang mendapatk bendera emas (sangat baik) , hijau (baik), biru (cukup baik) dan merah (buruk) dan hitam (sangat buruk), ada empat hal yang perlu diperhatika, yakni aspek administrasi, misalnya perijinan Amdal dan limbah cair. Kemudian aspek pengendalian pencemaran, misalnya pencemaran air, udara dan suara.

Selanjutnya aspek lain, yakni pengendalian bahan berbahaya dan beracun serta pengelolaan batu bara yang juga memperhatikan revegetasi dan reklamasi, termasuk program Coorporate Social Responsibility (CSR) oleh perusahaan bersangkutan.

"Aspek-aspek itulah yang menjadi dasar tim audit dan evaluasi untuk memberikan penilaian. Guna menyukseskan audit dan evaluasi tersebut, perlu dukungan semua pihak, termasuk dari dinas pertambangan dan kehutanan tingkat provinsi maupun kabupaten/kota," jelasnya. (jay/hmsprov).

Foto : Wakil Gubernur Kaltim, H Farid Wadjdy saat memberikan keterangan pers usai menyerahkan penghargaan Proper LH 2012.(fajar/humasprov kaltim)

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.