News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Puluhan Miliar Untuk Guest House Pemprov Kaltim

Puluhan Miliar Untuk Guest House Pemprov Kaltim

KALTIMTODAY -- Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menilai pembangunan Guest House Pemprov Kaltim di Balikpapan didasari kenyataan Balikpapan sebagai Pintu Gerbang Utama Provinsi Kaltim yang sering mendapat kehadiran tamu-tamu kenegaraan atau tamu pemerintah baik dari dalam maupun luar negeri, karena selama ini pelayanan hanya diberikan Pemprov Kaltim melalui hotel-hotel, sehingga perlu pelayanan maksimal.


Guest House ini berlokasi di Jl. Syarifudin Yoes dengan luas lahan 10.060 m2, bangunan 5.983.423 m2 dengan dana pembangunan Rp.55.236.582.000,- Pemprov Kaltim tahun 2012 ini melalui APBD dianggarkan dana Rp.43.478.892.000,- dengan dua tahap pembangunan, dan untuk tahap II memerlukan dana Rp.11.757.690.000, jelas Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak di sela Ground Breaking VVIP Room Bandara Sepinggan dikutip dari laman Pemprov Kaltim, belum lama ini.

Digambarkan, bangunan berlantai dua. Lantai I 3 kamar ditambah mushalla dengan kapasitas 20 orang dan dua unit eskalator. Lantai II (VVIP) terdiri dari 3 kamar VIP, 27 kamar reguler, ruang pertemuan untuk 100-150 orang, ruang makan dan coffe untuk 60 orang, ruang makan VIP 15 orang dan ruang karaoke untuk 45 orang. Kapasitas lahannya dilengkapi parkir untuk 59 unit kendaraan roda empat.

Pada kesempatan yang sama dijelaskan, pembangunan Balikpapan City Center (BCC) berlokasi di eks Rumah Sakit dan Pusat Kegiatan Islam Balikpapan (Puskib). Nilai investasinya mencapai sekitar Rp1 triliun yang merupakan kerja sama Perusahaan Daerah Melati Bhakti Satya dengan PT Sinar Balikpapan Development yang juga Grup Lippo dengan menggunakan skema built operated dan transferred (BOT) dengan jangka waktu sekitar 30 tahun.

Kesepakatannya adalah bagi hasil kepada Pemprov Kaltim sebesar Rp1 miliar selama sepuluh tahun pertama, Rp1,5 miliar pada sepuluh tahun kedua dan Rp2 miliar selama sepuluh tahun ketiga.
Setelah kerja sama tersebut habis, aset yang ada di atas lahan seluas 4 hektare kembali dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Kaltim.

Seperti halnya pembangunan VVIP Room Bandara Sepinggan dan Guest House, pembangunan BCC ini juga kita harapkan bejalan dengan lancar yang pada akhirnya dapat pula membuka lapangan kerja bagi masyarakat Balikpapan, berikut tumbuhnya industri masyarakat sekitar seperti rumah kos, kuliner dan produk lain yang bisa masuk ke dalam mall.

Jadi, yakin Awang, keberadaan BCC dipastikan akan berdampak sangat luas tidak hanya pada sektor ekonomi dan per-dagangan, akan tetapi sangat penting bagi Kota Balik-papan dan Provinsi Kaltim pada umumnya di masa depan sebagai suatu kekuatan ekonomi, perdagangan dan in-dustri serta pariwisata dan penanaman investasi terkemua di kawasan Indonesia Timur.

"Balikpapan harus lebih maju dan harus mampu menjadi barometer pembangunan di Kaltim. oleh karena itu pembangunan super mall harus diwujudkan dan pemanfaatan asset harus benar-benar maksimal.

"Kalau ada yang protes pembangunan Super Mall pindah saja dari Balikpapan, karena semua kajian sudah dilakukan dan tidak melanggar hukum," tegas gubernur. **

Foto: Plang proyek pembangunan guest house tersebut/Skyscrapercity.com

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.