News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Suka Tidak Suka, Inilah China!

Suka Tidak Suka, Inilah China!

KALTIMTODAY -- “TUNTUTLAH ilmu walau ke negeri China,” demikian salah satu motivasi yang disampaikan oleh Nabi Muhammad kepada umatnya yang sekarang sangat populer di mana-mana.

Berarti China sudah dikenal sejak zaman nabi? Benar, bahkan beberapa dari para pendakwah Islam di tanah air sebagian berasal dari negeri tirai bambu itu. China memang populer dengan produk kreatifnya sejak zaman kuno, bahkan penemuan kertas dipelopori oleh China.

Di sini patut kita mengetahui mengapa China disebut dalam salah satu hadits Nabi Muhammad?.

Tidak banyak bukti otentik mengapa China disebut. Termasuk juga sedikit sumber referensi yang menjelaskan hal tersebut. Bahkan sebagian orang menilai hadits tersebut dinilai lemah dan palsu. Tetapi jangan khawatir, mari kita analisis berdasarkan indera, akal dan hati yang merupakan anugerah besar dari Tuhan Yang Maha Esa.

China memang luar biasa. Pertama, China adalah negeri terbesar di dunia dengan penduduk terbesar pula di dunia. Kedua, China tidak saja besar negara dan penduduknya, tetapi kini mulai bangkit menjadi kekuatan raksasa baru dalam bidang teknologi, ekonomi dan militer.

Di bidang ekonomi –sekalipun belum menawarkan produk high class– produk China telah menyebar hampir ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Bahkan jauh sebelum hal itu terjadi, orang-orang China sudah banyak yang berdomisili di tanah air.

Di bidang teknologi, produk China juga mulai datang membanjiri pasar nasional yang dalam beberapa segmen cukup diperhitungkan oleh rival serumpunnya Jepang dan Korea. Kemudian di bidang militer, China telah mampu membuat rudal yang bisa menembak satelit luar angkasa.

Namun yang paling layak dikaji di negeri ini tentang China adalah eksistensi mereka sebagai pendatang. Mereka memiliki strategi yang bagus dalam berdagang. Buktinya nyata, orang-orang pribumi tidak ada yang ragu apalagi ogah belanja di berbagai macam toko milik China.

Apalagi kalau sempat jalan-jalan di HTC Surabaya,HTC Mangga Dua Jakarta, dan barangkali sejumlah supermall di kota Balikpapan, Samarinda, dan Bontang, hampir semua pedagang elektroniknya adalah orang China. Tidak saja itu, produk-produknya pun dari China. Orang Indonesia –mohon maaf– menjadi pembantu mereka. Luar biasa, bukan?!.

China mampu eksis bahkan mampu menjadi pemain utama perekonomian tanah air bukan tanpa rahasia. Satu rahasia utamanya adalah mereka memiliki jiwa enterpreneurship yang tinggi. Mentalitas mereka sebagai niagawan benar-benar layak ditiru oleh putra-putri negeri.

Jauh di negeri asalnya negeri yang berpusat di Beijing itu juga tumbuh menjadi negara industri yang diperhitungkan dunia. Kebijakan di negeri komunis itu sangat pro terhadap kemandirian rakyat. Dalam sebuah diskusi seminar, seorang narasumber mengatakan bahwa, tidak ada rakyat China yang tidak bekerja. Semua bekerja, termasuk ibu rumah tangga.

Ibu-ibu rumah tangga di China tidak lagi memiliki waktu luang untuk sekedar duduk-duduk ngerumpi apalagi gosip. Mereka semua bekerja. Ada yang membuat onderdil mesin diesel, membuat chasing handphone, bahkan ada yang merakit komputer.

China tumbuh besar dan menguasai sebagian pasar global di Asia karena mindset enterpreneurshipnya telah terbangun dengan baik. Dalam salah satu penuturan sejarah, China menjadi bangsa pedagang sejak kedatangan Sa’ad bin Abi Waqqash yang datang ke China untuk berdakwah.

Tidak bisa dipungkiri, enterpreneurship adalah satu bidang yang harus dikelola serius di negeri ini. Sudah bukan zamannya lagi, bangsa Indonesia hanya berpikir bagaimana menjadi PNS, anggota DPR, atau pejabat. Tetapi berpikir bagaimana memiliki mental enterpreneurship. Jepang, Korea, Amerika, dan Eropa maju karena kekuatan ekonominya.

Nah, di sini jelas, bahwa hari ini dunia global mensyaratkan perang baru, yaitu perang ekonomi. Orang China di Indonesia telah memberikan bukti bahwa dengan berniaga (berdagang) mereka mampu eksis bahkan berpengaruh.

Siapa yang menguasai ekonomi maka dia bisa mengendalikan apapun. Masih ingat Anggoro dan Anggodo, kan? Itulah salah satu bukti bahwa pemenang ekonomi akan mengalahkan siapapun, termasuk hukum dan norma di negeri sendiri.

Pantas jika kemudian ada perintah belajar walau harus ke negeri China. Dan, harus diakui China memang unggul. Dahlan Iskan, Menteri Negara BUMN sekarang sukses melakukan cangkok hati di sebuah rumah sakit di China. Belajarlah pada China ambillah etos enterpreneurshipnya yang membawa negeri itu kini hampir sejajar dengan Eropa dan Amerika. [KTC]

Persembahan Redaksi kaltimtoday.com

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.