News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Terjun Habis-habisan!

Terjun Habis-habisan!


KALTIMTODAY -- "ORANG besar adalah orang yang bisa konsisten sampai mati. Apapun halangan dan rintangan akan ia hadapi, walaupun harus diterima dengan susah payah dan penuh derita,” demikian tegas seorang motivator dalam sebuah acara motivasi.

Konsisten memang energi yang sangat besar dan mendorong mereka yang memilikinya tidak mampu berbuat banyak kecuali mewujudkan cita-cita atau ideaismenya.

Mungkin orang akan melihat sebagai sesuatu yang berlebihan, kurang cerdas, dan tidak efektif, tetapi demikianlah konsisten. Ia mendorong pemiliknya bekerja melampaui batasan akal normal manusia yang tidak punya konsistensi. Bahkan konsisten mampu merubah yang tidak mungkin menjadi fakta dan mewujud.

Boleh jadi dalam hidupnya mereka akan menanggung beban sengsara luar biasa, tetapi sejarah dan generasi setelahnya senantiasa menyebutnya sebagai manusia luar biasa. Manusia penuh inspirasi dan manusia yang punya ideologi. Bukan manusia kutu yang pragmatis dan busuk, bukan pula manusia semut yang suka menumpuk-numpuk makanan, apalagi manusia laba-laba yang suka memangsa sesamanya.

Manusia yang akan hidup sepanjang zaman adalah manusia yang hidup hati nuraninya, bukan yang buas hawa nafsunya. Sebab manusia yang buas hawa nafsunya sejatinya bukan lagi manusia, melainkan binatang yang lebih buruk dari binatang ternak. Oleh karena itu kita harus berusaha menghidupkan nurani kita dalam kehidupan yang profan ini.

Kita harus terjun habis-habisan untuk itu. Bagaimana caranya? Jika kita sebagai seorang pelajar, maka tidak ada yang prioritas dalam kehidupan kita selain belajar, belajar, dan belajar. Jangan pernah buat banyak alasan untuk mengelak dari aktivitas belajar. Semakin menjauh dari aktivitas utama itu, maka semakin buruk dan jeleklah perangai kita. Dan, kelak kita tidak akan mampu berbuat banyak. Intinya, belajar sampai mati.

Jika kita seorang guru, maka tidak ada yang prioritas selain berusaha menjadi guru yang benar-benar ideologis. Yaitu guru yang tidak saja mampu mengisi kognisi tetapi juga bisa memancarkan hati para murid untuk menjadi manusia sejati.

Manusia yang siap memakmurkan bumi dengan nilai-nilai keagungan moralitas. Jangan pernah terbsesit niat untuk malas, apalagi menjadi guru yang tidak produktif. Ingat posisi Anda sebagai guru menjadi parameter murid-murid. Semakin baik dan berkualitas, berarti munculnya generasi unggul di masa depan akan semakin terbuka lebar.

Mungkin kisah Umar Bakri bisa dijadikan ilustrasi untuk mereka yang aktif di sekolah sebagai pengajar agar memiliki komitmen kuat menjadi guru inspiratif. Inilah yang dimaksud dengan terjun habis-habisan.

Umar Bakri mengatakan, “Mungkin saya sudah ditakdirkan sebagai guru. Maka tak ada jalan lain, kecuali saya harus menekuni profesi ini habis-habisan”. 

Itulah mengapa Umar Bakri tidak saja mengajar di kelas, ia juga menulis buku pelajaran, atau buku-buku cerita bagi anak didiknya. Umar Bakri hidup dalam dunia seperti itu bersama istri dan anak-anaknya dan mereka bahagia.

Begitu pula dengan Ibu Muslimah, guru Andrea Hirata yang mampu "menyadarkan" anak bangsa tentang kondisi pendidikan kita yang sangat memprihatinkan. Tanpa energi besar untuk habis-habisan Ibu Muslimah sebagai guru, tidak akan pernah ada sejarah seorang Andrea Hirata.

Ingat, kesuksesan itu harus dibayar dengan kelelahan, kesakitan, tangisan, bahkan kematian. Dari pada hidup tidak bermakna, sebagai apapun, mengapa kita tidak terjun habis-habisan? [KTC]

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.