News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Waspada, Fenomena dan Pergerakan Kutu Modern!

Waspada, Fenomena dan Pergerakan Kutu Modern!


fenomena kutu kutu modern loncat
KALTIMTODAY -- SIAPA yang tidak kenal dengan kutu. Makhluk hitam yang suka "mengganggu" kepala manusia. 

Selain sering menimbulkan rasa gatal yang terlalu sering di kepala, banyaknya kutu di kepala manusia diyakini sebagian besar orang Indonesia sebagai penyebab kebodohan. 

Mungkin karena kutu dengan ulahnya itu sering membuat orang tidak bisa konsentrasi. Kutu-kutu, sekali kau mengganggu langsung di kepala. Berani lagi!.

Kutu memang makhluk parasit yang menjengkelkan. Keberadaannya adalah musibah bagi kepala yang disaranginya. Sebab selain gatal, orang yang kepalanya berkutu akan dihindari oleh teman-temannya. Khawatir kutunya jatuh atau loncat ke kepala yang lain. Itulah mengapa orang yang punya kutu tidak boleh tidur berdua dengan siapa pun. Kecuali temannya siap diloncati oleh kutu-kutu nakal itu.

Hidup memang penuh pelajaran. Keberadaan binatang kadang kala sangat membantu manusia untuk memahami sifat-sifat buruknya. Orang yang tidak bisa hidup dengan menaati aturan Tuhan atau jalan yang lurus maka manusia ini adalah manusia tipe ular. Yaitu manusia yang memang hidupnya selalu berbuat kecurangan, keculasan, dan kezaliman.

Ada pula sifat manusia yang disematkan kepada buaya. Yaitu manusia yang tidak kenal aturan. Baginya halal haram hantam hayya. Sebab faktanya buaya memang tidak kenal apapun. Sejauh itu makhluk hidup (manusia atau binatang) berada dihadapannya, seketika akan dimangsanya.

Nah, kalau kutu itu manusia yang punya sifat seperti apa? Kan, kutu itu bukan saja ada di kepala. Kutu ada juga yang suka bersarang di kaki. Kutu air namanya.

Secara sederhana kutu itu adalah serangga yang tidak bersayap dan berukuran kecil, yang dalam bahasa Inggris mencakup flea kutu yang melompat, (Ordo Siphonaptera) dan louse (kutu yang lebih suka merayap), dan kebanyakan Ordo Phtiraptera yang semuanya adalah parasit.

Jadi, manusia yang memiliki sifat kutu adalah manusia yang sering mengambil kesempatan dalam kesempitan. Pekerjaannya hanya menghisap darah orang lain dan menari-nari di atas penderitaan orang lain. Ia tidak memiliki prinsip, pendirian apalagi komitmen dan loyalitas.

Celakanya, manusia kutu ini ternyata banyak sekali di negeri ini. Kecurangannya semakin canggih seiring dengan perkembangan kecanggihan teknologi. Gila, bukan?! Tapi siapa sebenarnya mereka?.

Sebuah laman berita beberapa waktu lalu menulis opini seperti ini; “Sebanyak 37 anggota DPR dari berbagai parpol akan berpindah ke Partai NasDem. Kalau mereka pindah karena ingin menjadi politisi besar tak masalah, tapi bagaimana kalau mereka berpindah karena hasrat mengejar materi?”.

“Partai politik harus membangun loyalitas kepada ideologi, cita-cita, dan perjuanan ntuk menjalakan amanat rakyat. Banyaknya politiis yang pindah partai dikhawatirkan dapat menggerogoti loyalitas pada partai, ideologi, dan perjuangan untuk rakyat,” demikian pula lansir Harian Kompas pada 26/7 lalu.

Tak pelak, mereka itulah yang disebut sebagai kutu-kutu modern. Politisi atau manusia yang hidup dengan asas hukum kesempatan, asal untung, yang penting selamat, dan rakus bin serakah. Orang seperti ini sebenarnya lebih jahat dari seorang preman, penjahat bahkan teroris sekalipun. Sebab keberadannya tidak saja merugikan tempat di mana dia bersarang, rakyat seluruh Indonesia pun akan sengsara karena ulahnya yang suka membuat orang lain menangis dan menderita itu.

Partai politik sebenarnya adalah media untuk berjuang bukan sarana mencari mata pencaharian. Oleh karena itu bagi Anda yang masih muda jangan mau terjun ke dunia politik pagi-pagi, sebelum Anda siap betul untuk berjuang. 

Jika kita hidup dengan menjadikan politik sebagai mata pencaharian, apalagi usia sudah tidak muda, maka sebenarnya dalam posisi tersebut kita lebih rendah dan lebih jahat dari kutu yang sebenarnya!.

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.