News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Zaman Tidak Akan Menelan Kebaikan

Zaman Tidak Akan Menelan Kebaikan

KALTIMTODAY -- “KAMU ini gimana sih, diajak happy-happy kok gak mau? Jomblo itu aib, tau. Apalagi tidak mau pacaran, idih gak modern gitu, loh,”. Demikian ungkap seorang remaja putri kepada teman ceweknya yang tidak mau diajak jalan-jalan malam minggu dengan teman-teman cowoknya.

Fenomena seperti itu sudah umum di negeri ini. Bahkan pada momen-momen tertentu sebagian besar remaja Indonesia suka memanfaatkannya untuk hal-hal yang sifatnya sia-sia, bahkan ada yang sudah hobi berbuat terlarang. Itulah mengapa kasus hamil di luar nikah menjamur di mana-mana.

Remaja Indonesia semakin sulit mencari jati diri aslinya karena media di Indonesia kerap menampilkan berita para selebriti yang hidup seatap tanpa ikatan pernikahan. Blow-up tentang mereka yang seperti itu sedikit banyak akan memberi satu sosialisasi yang negatif kepada para remaja. 

Oh, kumpul serumah tanpa nikah itu boleh, ya,” mungkin begitu pikir mereka yang belum mengerti dan punya komitmen kuat terhadap norma dan agama.

Apalagi dalam beberapa kasus video asusila dari berbagai elemen masyarakat mulai dari anak sekolahan sampe orang berpendidikan, marak beredar di dunia maya. Seolah ada anggapan bahwa kumpul kebo itu modern. Jadi rugi kalau tidak ikut-ikutan modern.

Tetapi kebaikan tetap kebaikan. Ia tidak bisa ditelan oleh zaman. Kumpul kebo sekalipun lumrah di Barat ia tidak bisa dibawa ke Indonesia. Oleh karena itu regulasi dan perundang-undangan juga memberikan perhatian pada kasus-kasus seperti itu.

Ini ada berita yang terjadi bulan ini yang patut direnungkan. Dilansir TribunNews, diberitakan bahwa ada tiga oknum PNS gagal dilantik. Ketiganya dipecat karena melanggar aturan kepegawaian yakni PP Nomor 53 tahun 2010 yang mengatur tentang hidup bersama bukan dengan istri sah atau suami sah. Jadi zina tetap zina, ia tetap perbuatan terkutuk dan terlaknat.

Jadi, sudah saatnya bangsa Indonesia kembali memperbaiki masalah seperti ini. Terlebih beberapa hari lagi Umat Muslim Indonesia akan menunaikan ibadah puasa Ramadhan. Hendaknya publikasi yang tidak mendukung tegaknya nilai etika, norma dan agama bisa ditiadakan. Tidak saja selama Ramadhan, tetapi terus berkesinambungan.

Menarik saran dan kritik yang disampaikan oleh musisi Indonesia Rhoma Irama dalam lagunya yang berjudul “Modern”. Ia memberikan satu batasan bahwa modern itu bukan pada kebebasan yang lepas bablas. Tetapi lebih pada kualitas keilmuan, kemanusiaan dan peradabannya.


Karena takut dikatakan ketinggalan zaman
E, ikut-ikutan…
Saringlah dulu apa yang datangnya dari Barat
Jangan asal telan…
Ambil isi dan campakkanlah kulitnya
Ambil yang baik dan campakkan buruknya
Berkemajuan dan juga berpendidikan
Di dalam segala bidang ini modern
Kemanusiaan tinggi nilai peradaban
Di segala pergaulan ini modern
Mari membangun-ngun negara-ra
Dengan landasan-san agama


Prinsipnya boleh seperti Barat tapi bukan pada budaya pergaulan bebasnya. Melainkan pada kemampuannya berpikir kreatif di bidang teknologi dan industri; pertanian, peternakan, perkebunan, dll. Bukan pada pemikiran, pandangan hidup, apalagi gayanya yang kini banyak dipraktekkan oleh sebagian besar bintang film dan bintang sepak bola mereka, yaitu gemar kumpul kebo. Hehe, hari gini kok masih mau juga ngumpul sama kebo, ogah, lah!!!


Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.