Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Ada Pusat Pelayanan Peternakan Terpadu

Kamis, 16 Agustus 2012 | 06:00 WIB Last Updated 2012-08-15T23:00:00Z

KALTIMTODAY -- Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Kaltim H Ibrahim, mengatakan setiap kabupaten/kota di Kaltim minimal memiliki satu Pusat Pelayanan Peternakan Terpadu, yang berfungsi sebagai pusat pelayanan bagi hewan ternak di masing-masing daerah.

"Gubernur mengatakan harus ada sejuta ekor sapi di Kaltim dan itu merupakan peluang Disnak Kaltim untuk mengembangkan sektor peternakan, yang didukung dengan sejumlah program dan kegiatan, salah satunya adalah pembangunan Pusat Pelayanan Peternakan Terpadu di kabupaten/kota," kata Ibrahim, belum lama ini.

Ibrahim menjelaskan Pusat Pelayanan Peternakan Terpadu yang didalamnya terdapat Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), bertujuan untuk melayani kesehatan ternak, pemeriksaan kebuntingan, melaksanakan program kawin suntik, disamping juga untuk memonitor perkembangan ternak, konsultasi dan pertemuan petani.

"Jika di provinsi memiliki Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk perijinan, maka untuk pelayanan peternakan kita memiliki Pusat Pelayanan Peternakan Terpadu, fungsinya kurang lebih sama, namun kita kembangkan di tingkat kabupaten/kota, utamanya di daerah sentra produksi peternakan," jelasnya.

Ibrahim mengungkapkan, sesuai arahan Gubernur Awang Faroek, maka mulai 2013 akan diprogramkan sejuta ekor sapi di Kaltim, yang disinergikan dengan program sejuta hektare sawit.

"Kita optimis hal itu dapat terealisasi, karena dengan potensi lahan di Kaltim yang cukup luas, ditambah dengan perkembangan sektor perkebunan kelapa sawit yang diintegrasikan dengan sapi, kemudian pengembangan peternakan di lahan eks tambang, serta dengan sejumlah pengembangan teknologi peternakan guna mempercepat peningkatan populasi sapi," ungkapnya.

Ditambahkannya, peluang untuk mengembangkan sektor peternakan di Kaltim terbuka lebar. Keinginan masyarakat semakin besar untuk dapat meningkatkan kesejahteraannya melalui peternakan. Apalagi ditambah dengan pengembangan peternakan melalui sinergi pemerintah, swasta dan masyarakat.

"Kita sudah melakukan program integrasi perkebunan kelapa sawit dengan ternak sapi di beberapa daerah, selain itu kita memiliki program inseminasi buatan (IB), perbaikan mutu genetik sapi Bali melalui intensifikasi kawin alam (Inka) dan penambahan jumlah pejantan pemacek. Diharapkan, dengan adanya kontribusi swasta, bisa mendukung tercapainya peningkatan populasi ternak sapi lokal di Kaltim," tambah Ibrahim. (her/hmsprov).

Foto : Kaltim terus melakukan upaya untuk meningkatkan populasi sapi guna mencapai swasembada daging di daerah ini.(dok/humasprov kaltim)
×