News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Beginilah Kehebatan Manusia, Tapi...

Beginilah Kehebatan Manusia, Tapi...


KALTIMTODAY -- DI ANTARA seluruh jenis makhluk hidup yang diciptakan Tuhan, manusia adalah yang terbaik, bahkan sempurna. Manusia dengan fisiknya yang sangat lemah jika dibandingkan dengan fisik binatang buas di dunia ini, ternyata mampu menundukkan dunia.

Manusia bisa melakukan apapun aktivitas binatang yang mengagumkan di muka bumi ini. Ketika burung bisa terbang, manusia dengan pesawat terbang juga bisa melakukan hal yang sama. Ketika seekor hiu mampu menyelami samudera, dengan kapal selam manusia pun bisa melakukan hal yang sama.

Bahkan, ketika angsa bisa berenang di atas air, dengan kapal yang bentuknya lebih elegan dan ukuran yang cukup besar, manusia bisa berenang sambil bersuka ria bersama sanak saudara. Sungguh manusia sangat luar biasa.

Pertanyaannya kemudian, apakah anugerah kemampuan akal yang begitu besar itu tersedia begitu saja atau justru ada maksud besar di balik itu semua. Tidak ada sesuatu yang terjadi melainkan menyiratkan tanda-tanda penting. Sayangnya manusia gagal memahami mengapa akal sedemikian luar biasa dalam berkarya.

Umumnya dengan kecanggihan yang diproduksi oleh akal itu, manusia semakin lalai dan semakin tidak manusiawi. Bahkan dalam beberapa hal manusia sudah sulit dibedakan dengan binatang. Kalau meminjam bait lagu dari Bang Haji Rhoma Irama yang berjudul "Modern", orang kumpul kebo itu sudah kebiasaan. Padahal kumpul kebo itu adalah suatu kemesuman, bukan modern.

Terhadap manusia yang berperilaku seperti binatang itu pasti akan mendapat kutukan dan laknat dari seluruh makhluk di bumi, bahkan dari Tuhan. Mengapa?

Dalam bahasan sarjana Muslim Dr. Syamsuddin Arif, Tuhan telah memberi kemampuan berpikir kepada manusia.

Dengan segala kemampuan yang dimilikinya dan keterbatasan yang ada padanya, setiap manusia normal sesungguhnya dapat mengetahui dan mengenal, memilih, dan memilah, membedakan, menilai dan menentukan mana yang benar dan yang salah, yang haq dan bathil, yang betul dan keliru, yang sehat dan yang sakit, yang sejati dan yang palsu, yang bajik dan yang buruk, yang baik dan yang busuk, yang bagus dan yang jelek, yang ma’ruf dan yang munkar, yang berguna dan yang berbahaya, yang membawa kebaikan dan menimbulkan kerusakan.

Manusia mampu mengarungi samudera, menyusuri udara, dan menjelajah daratan bukan tanpa maksud dan bukan tanpa sebab. Semua itu dimaksudkan agar manusia benar-benar mengenal Tuhannya, dan pada saat yang sama mengerti bahwa kemampuan yang dimilikinya hanya karena anugerah dan rahmat dari-Nya. Manusia tidak mungkin memiliki kemampuan sedahsyat itu jika tanpa kehendak Tuhan.

Tetapi manusia sering tinggi hati, yang ketinggian hatinya melebihi tingginya menara yang telah dibangunnya sendiri. Akhirnya manusia kehilangan akal sehatnya. Kemudian berbuat sekehendaknya. Tuhan pun ia lupakan, sedangkan hawa nafsu diperturutkan.

Satu ketetapan Tuhan pun tak bisa dihindarkan. Karena manusia adalah makhluk sempurna, maka segala kesalahan dan kebodohannya, pasti akan mendatangkan bencana. Apalagi jika manusia tidak menggunakan akal sehatnya untuk tunduk pada kehendak Tuhan. Kebinasaanlah akhir dari segalanya.

Karena manusia makhluk yang sempurna maka tunduklah kepada Yang Maha Sempurna, Allah SWT.


Foto: Ilustrasi/WetwareHacker

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.