News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Hotspot Menurun, Warga Diimbau Tetap Waspada

Hotspot Menurun, Warga Diimbau Tetap Waspada


KALTIMTODAY -- Distribusi atau persebaran titik api (hotspot) di Kaltim pada Juli 2012 mengalami penurunan. Berdasarkan data dari Seksi Monitoring dan Evaluasi UPTD Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) Dinas Kehutanan Kaltim, distribusi hotspot tercatat 42 titik yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota.

Kepala Dinas Kehutanan Kaltim, Khairil Anwar, mengungkapkan penurunan distribusi titik api di sejumlah daerah dikarenakan cuaca yang kerap kali hujan.

Selain itu, Dishut melalui UPTD PKHL secara intensif mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bahaya dari pembukaan lahan dengan cara membakar.

"Larangan membakar hutan untuk membuka lahan bagi perusahaan perkebunan dan Hutan Tanaman Industri (HTI), juga menjadi salah satu faktor menurunnya distribusi hotspot di Kaltim. Namun, kadang-kadang masyarakat masih ada yang membakar hutan untuk membuka lahan, meskipun sudah disosialisasikan," kata Khairil.

Dia menjelaskan dalam beberapa bulan ini hotspot di Kaltim berkurang karena beberapa faktor tersebut. Distribusi hotspot di Kaltim pada Januari-Juli sekitar 376 titik. Hotspot itu tersebar di sejumlah kabupaten yang memiliki wilayah hutan yang cukup luas.

Adapun rincian distribusi hotspot di Kaltim pada Januari-Juli berdasarkan kabupaten/kota, antara lain Balikpapan 2 titik, Berau (47), Bontang (7), Bulungan (21), Kutai Barat (76), Kutai Kartanegara (62), Kutai Timur (50), Malinau (54), Nunukan (42), Paser (13) dan Penajam Paser Utara (PPU) (2).

"Penyebaran hotspot terbanyak adalah di wilayah utara Kaltim. Begitu juga di daerah Kutai Barat, Kutai Timur dan Kutai Kartanegara. Namun dengan upaya pemerintah ditambah dengan kesadaran swasta dan masyarakat, hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari," jelasnya.

Khairil menambahkan distribusi hotspot untuk wilayah Kalimantan terdapat sekitar 123 titik, sedangkan di Kaltim ada lebih dari 30 titik. Sejauh ini, Dishut memberikan informasi distribusi hotspot di Kaltim kepada pemerintah kabupaten/kota dan SKPD terkait.

"Kita memberikan informasi tersebut sebagai upaya penanggulangan kebakaran hutan. Kita juga bekerjasama dengan sejumlah perusahaan dengan membentuk tim penanggulangan kebakaran hutan di daerah-daerah yang punya potensi terjadi kebakaran hutan," tambahnya.

Kepada masyarakat, khususnya yang berdomisili di sekitar hutan agar bisa lebih waspada terhadap potensi kebakaran hutan yang dimulai dari hotspot. Selain itu, juga diharapkan kepada masyarakat, jika menemukan hotspot agar segera melaporkan ke hotline UPTD PKHL Dishut Kaltim, dengan nomor telepon (0541) 732625. (her/hmsprov).

Foto : Masyarakat diimbau terus mewaspadai kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan seperti yang terjadi di kawasan hutan Bukit Soeharto beberapa waktu lalu. (Ist)

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.