News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Kaltim Inginkan Miliki Kopertis Sendiri

Kaltim Inginkan Miliki Kopertis Sendiri


KALTIMTODAY -- Kaltim menginginkan dapat membentuk Koordinator Perguruan Tinggi Swasta atau Kopertis tersendiri, berpisah dari Kopertis Wilayah XI di Banjarmasin yang selama puluhan tahun telah membawahi perguruan tinggi swasta di Kalimantan, termasuk Kaltim. 

Keinginan ini disampaikan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek saat malam ramah tamah Gubernur dengan Peserta Rapat Pengurus Pusat Pleno ke-2 Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di Lamin Etam, belum lama ini.

"Saat ini telah ada lebih dari 60 buah pergutuan tinggi di Kaltim. Jumlah yang sangat ideal dan telah pantas untuk membentuk Kopertis sendiri. Apalagi Perguruan Tinggi di Kaltim telah banyak yang memiliki prestasi dan akreditasi yang tinggi," ucap Awang Faroek.

Keuntungan jika Kaltim membentuk Kopertis sendiri adalah terjadinya efisiensi baik waktu dan biaya dalam hal menejemen dan legalitas pengurusan berbagai dokumen perguruan tinggi, seperti legalisir ijazah maupun pengurus kepangkatan dosen dan lain-lain.

Awang juga menjelaskan bahwa di Kaltim telah ada dua Universitas Negeri yaitu Universitas Mulawarman (Unmul) dengan fokus Hutan Tropica Humida dan Universitas Borneo di Tarakan dengan fokus perikanan.

Selain itu dijelaskan juga tenang pembentukan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Kota Balikpapan yang mahasiswanya akan dititipkan pada Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) dan Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) di Kota Tenggarong yang mahasiswanya akan dititipkan pada Fakultas Sosial Budaya Unmul.

Di hadapan anggota APTISI, Awang Faroek meminta agar ada pemisahan yang jelas kewenangan dan tugas, antara yayasan dan Rektorat. Sehingga APTISI dapat berkembang sesuai kebutuhan dan tuntutan jaman.

Gubernur juga meminta, dalam rapat pleno dibahas tentang keberadaan program studi yang dibuka di perguruan tinggi. Dirinya meminta perhatian APTISI untuk dapat memperhatikan program studi mana saja yang masih relevan untuk saat ini.

"PTS harus berbenah dengan peningkatan kompetensi dosen. Begitu juga dengan proram studi yang ada hendaknya harus relevan dengan kebutuhan kerja. Kepada PTN juga harus memberi kesempatan kepada PTS untuk berkembang dengan tidak ikut-ikutan membuka progam studi yang telah ada di PTS," ujarnya. (yul/hmsprov)

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.