News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Kementerian PU Dukung Jaringan Jalan Maloy

Kementerian PU Dukung Jaringan Jalan Maloy


KALTIMTODAY -- Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak menyatakan Kementerian PU akan mendukung penanganan akses jalan menuju kawasan industri dan pelabuhan internasional Maloy, di Kutai Timur, termasuk di dalamnya penyediaan air baku dan air bersih di kawasan tersebut.

"Kita akan dukung jaringan jalan menuju KIPI Maloy dan juga infrastruktur penyediaan air bersih di sana," ujar Hermanto saat melakukan kunjungan ke KIPI Maloy, di Kutai Timur, belum lama ini.

Hermanto mengatakan, setelah melihat langsung kondisi lapangan, Kementerian PU akan menyiapkan langkah-langkah penanganan. Untuk tahun ini, penanganan diprioritaskan pada poros Simpang Perdau menuju Maloy dengan anggaran sebesar Rp 263 miliar bersumber dari APBN.

"Saat ini masih sebagian lahan masih dibebaskan, tapi tahun ini saya yakin bisa dilaksanakan. Saya berharap persoalan tanah ini bisa segera diselesaikan," tuturnya.

Menurutnya, selain jaringan jalan dan pasokan air bersih ke KIPI Maloy, ketersediaan listrik juga menjadi hal yang sangat penting untuk menarik minat investasi di kawasan tersebut.

"Kita perlu integrasikan itu semua, apalagi pengembangan KIPI Maloy masuk dalam Master Plant Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)," katanya.

Hermanto menyatakan, memang tidak mudah membangun kawasan industri yang terletak di Teluk Golok, Maloy itu, karena kawasan tersebut dibangun dari nol tanpa fasilitas apapun, berbeda dengan kawasan industri lain di Indonesia yang dikembangkan dari kawasan yang telah ada sebelumnya.

"Tapi saya yakin ini bisa, melihat komitmen dan kerja keras semua pihak yang terlibat di dalamnya. Terlebih semangat masyarakat di sekitar yang sangat antusias mendukung proyek ini," sebut pria berpenampilan kalem ini.

Wakil Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, menanggapi masih adanya persoalan pada pembebasan lahan untuk akses jalan pendekat sepanjang 5 Km ke KIPI Maloy mengatakan, Pemkab Kutim tahun ini akan menyelesaikan persoalan tersebut dengan tetap harus memperhatikan mekanisme membutuhkan kehatian-hatian dalam pelaksanannya.

"Saat ini sudah lahan yang dibebaskan sudah mencapai 40 persen, tapi saya yakin ini bisa kita selesaikan, apalagi status lahannya sudah bersertifikat,"katanya.

Sementara, Kepala Dinas PU dan Kimpraswil Kaltim HM Taufik Fauzi mengatakan, untuk proyek penanganan akses pendekat sepanjang 17 km ke KIPI Maloy telah dilakukan proses lelang dan kontrak. Saat ini kontraktor pemenang sudah melakukan mobilisasi alat-alat ke lokasi untuk memulai pekerjaan.

"Dari APBD Kaltim juga kita anggarkan untuk pembangunan di dalam kawasan Maloy sebesar Rp 100 miliar, " kata Taufik.

Selain itu, juga akan dilakukan penanganan pada ruas-ruas jalan kabupaten yang mengalami kerusakan cukup parah sepanjang 16 km dari Kaliorang menuju KIPI Maloy. Tahun ini juga digulirkan dana bantuan kepada Pemkab Kutim sebesar Rp 38 miliar untuk pembebasan lahan.

Selain Wamen PU, turut dalam kunjungan itu anggota DPR RI daerah pemilihan Kaltim Hetifah Siswanda, Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Benny Wahyudi, Wakil Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, Kepala Dinas PU dan Kimpraswil Kaltim HM Taufik Fauzi dan Kepala Biro Bangda Abdullah Sani. (gie/hmsprov)

Foto: Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak dalam kunjungannya di lokasi KIPI Maloy. (sugie/humasprov kaltim).

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.