News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Memahami Teknik Membaca Efektif

Memahami Teknik Membaca Efektif

KALTIMTODAY -- LEBARAN memang tidak lama lagi, tetapi belajar adalah karakter yang harus tetap hadir dalam diri generasi muda bangsa.

Jepang unggul karena sejak 1905 telah membudayakan tradisi membaca luar biasa. Nah, kita ingin seperti Jepang atau bahkan melampaui prestasi Jepang.

Tapi, kalau sukanya hanya hura-hura, santai-santai, tentu sulit akan menjadi bangsa yang maju. Ke depan bangsa dan negara ini ada di tangan anak muda, maka dari itu budayakanlah membaca wahai generasi bangsa.

Membaca merupakan hal utama untuk menggapai kebahagiaan. Kebahagiaan hanya akan digapai oleh mereka yang memahami arti, hakikat, syarat, tahap dan proses menuju kebahagiaan itu sendiiri.

Sederhananya, kebahagiaan akan dicapai manakala seseorang memiliki pemahaman yang benar. Pemahaman yang benar itu hanya dapat diperoleh dengan mengkaji ilmu. Satu jalan utama untuk memulai kajian ilmu adalah dengan membaca.

Peradaban Yunani dikenal hingga abad modern, karena tradisi membaca para filsuf yang dibuktikan dengan berbagai macam pemikiran yang dituangkan dalam bentuk tulisan.

Pepatah Barat mengatakan, "verba volant, scripta manent" (ucapan akan hilang, tulisan akan abadi). Hal ini menunjukkan bahwa untuk sampai pada suatu keabadian, membaca adalah gerbangnya.

Posisi membaca yang begitu urgen dalam kehidupan ini, mendapat ruang yang begitu istimewa dalam ajaran Islam. Ayat pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw adalah perintah membaca.

Namun demikian, sekalipun di negeri ini lembaga pendidikan telah berdiri merata di hampir seluruh negeri. Harus diakui bahwa tradisi membaca masyarakat kita masih cukup rendah. Hal ini bisa dilihat dari kuantitas buku yang terbit setiap tahunnya di negeri ini. Jika dibandingkan dengan Amerika misalnya, Indonesia sudah sangat tertinggal.

Kondisi demikian boleh jadi karena ketidakmampuan sebagian besar pelajar atau mahasiswa menemukan kenyamanan dalam membaca, sehingga mereka tidak begitu cinta buku kecuali karena terpaksa untuk menyelesaikan tugas.

Padahal, jika dicermati secara seksama, khususnya ketika melihat peran membaca dalam sejarah peradaban Islam, kita  akan menemukan suatu kekuatan dahsyat dari membaca.

Oleh karena itu, secara teknis tema ini akan memberikan beberapa tips, bagaimana seorang pelajar dapat menikmati aktivitas membaca dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran membangun tradisi membaca di mana pun mereka berada.

Sebagaimana aktivitas yang lain, membaca juga harus efisien. Dalam aktivitas membaca kita harus menentukan target yang hendak dicapai. Misalnya, hal apa saja yang ingin diketahui dengan segera. Kemudian, bagaimana teknik yang tepat untuk menyimpan dan menyusun apa-apa yang ingin diingat dan akan disampaikan kepada orang lain.

Selanjutnya, lakukan pengulangan pada materi yang dianggap penting. Pengulangan sangat membantu kita dalam sukses menuntut ilmu. Pepatah mengatakan, repitition is the mother of knowledge (mengulang adalah ibu ilmu pengetahuan).

Secara teknis, hal di atas cukup membantu seorang pelajar, khsususnya yang baru membangun tradisi membaca. Namun demikian, kita juga harus segera memiliki kepekaan dalam menentukan buku yang hendak dibaca.

Untuk efisiensi, hendaknya hindari membaca buku-buku yang hanya membicarakan gagasan seorang pemikir. Akan lebih baik jika yang dibaca adalah karya-karya besar, buku-buku yang telah membentuk gagasan dan kebijaksanaan berbagai bangsa.Kecuali buku aslinya memang sulit ditemukan, atau bagi yang terkendala bahasa, boleh membaca edisi terjemahannya.

Sekali lagi, membaca buku-buku itu jauh lebih baik daripada membaca buku-buku yang pernah ditulis orang untuk membicarakan isinya.

Jumlah pemikir-pemikir kreatif sangat sedikit. Selebihnya adalah pegeritik dan pengagum. Apa yang ditulis oleh pengeritik dan pengagum sama sekali tidak penting. Dengan kata lain tujukanlah bacaan kita pada karya-karya penulis atau pemikir yang kreatif.
 
DR. Kauffmann memberikan saran; “Bacalah karya-karya besar dan bentuklah pendapat Anda sendiri. Seab seringkali gagasan-gagasan pemikir besar dikacaukan oleh tulisan-tulisan para penulis kecil-kecil yang dangkal isinya. Boleh dikatakan penulis kecil itu adalah orang yang semata-mata tukang corat-coret saja".

Persembahan Kaltimtoday.com

Foto: Ilustrasi/Esu10.org

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.