News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Peduli Sesama = Peduli Bangsa dan Negara

Peduli Sesama = Peduli Bangsa dan Negara

KALTIMTODAY -- LEBARAN tinggal menghitung hari. Jutaan warga Indonesia bersegera untuk mudik. Semua tersenyum dan semua berbahagia.

Bukan saja mereka yang mudik, tetapi sanak keluarga di kampung halaman pun sangat bahagia dengan momentum tersebut. Sungguh negeri yang indah, negeri yang menjaga hubungan kekeluargaan, persahabatan, dan persatuan, itulah Indonesia.

Tetapi hendaknya jangan dilupakan dua hal utama yang sifatnya sangat penting bagi kita semua. Yaitu membina hubungan baik dengan tetangga di sekitar kita.

Di sini, sebagian orang melihat mudik kurang positif, karena lebih mementingkan yang jauh, meminta maaf ke desa, sementara hubungan bertetangga di lingkungan sekitar masih bermasalah.

Agar kehidupan kita nyaman baik diperantauan maupun di kampung halaman, budaya silaturrahim atau membina kekeluargaan itu harus dibina dan dilestarikan. Sebab ironis juga melihat kehidupan diperkotaan, yang sesama tetangga kiri dan kanan saja tidak saling kenal. Tentu hal ini merupakan budaya tidak baik, dan bukan budaya Indonesia.

Di sinilah kita semua patut melakukan intropeksi diri. Pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang. Tak sayang maka tak sepaham, tak sepaham maka tak kuat, tak kuat maka sekarat. Mungkin demikian jika diteruskan alur logikanya.

Padahal, dulu bangsa ini merdeka karena kuatnya ikatan persatuan dan kesatuan. Sampai-sampai negeri ini disebut NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Kemudian, yang kedua, adalah membina hubungan baik dengan masyarakat sekitar yang memerlukan bantuan dan pertolongan. Ingat, bahwa kehidupan bermasyarakat dan berbangsa akan aman, manakala kelompok kaya mau berempati kepada kelompok miskin.

Setidaknya analisa para pengamat yang mengatakan kerusuhan rawan terjadi karena kesenggagngan sosial, dapat diselesaikan dengan cara tersebut.

Oleh karena itu, kelompok kaya harus membuat satu wadah atau bekerjasama dengan organisasi-organisasi sosial untuk bersama-sama membantu mereka menjadi manusia mandiri dan produktif.

Pemerintah juga tidak boleh tinggal diam. Dengan begitu maka negara akan memiliki banyak warga yang mandiri, dan itu berarti akan berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan negara.

Jangan salah, langkah ini sangat perlu, loh!. Coba lihat di Indonesia, bentrokan sering kali terjadi. Bahkan di Bulan Ramadhan pun tercatat beberapa kerusuhan berkecamuk. Bukan saja antar geng anak muda dengan geng lainnya, antara TNI dan Polisi pun juga sering terjadi.

Ini tentu berangkat dari watak dan budaya bangsa yang telah tergeser oleh paham liberal yang lebih mementingkan diri di atas kepentingan umum. Hal seperti itu bertentangan dengan Pancasila. Padahal, semua itu merupakan awal yang buruk dan bisa mengganggu stabilitas keamanan negara.

Selagi belum parah, marilah kita semua sama-sama peduli terhadap sesama. Anda yang kaya bantulah yang miskin. Anda yang memegang jabatan dan kekuasaan berbagilah dengan rakyat Anda yang sengsara dan kelaparan. Ingat, mengabaikan mereka sama dengan merobohkan negara!.

Tanpa rakyat, Indonesia tidak akan pernah bisa disebut sebagai sebuah negara. Jadi peduli sesama sama dengan peduli negara.

Tunggu apalagi, mumpung Ramadhan, yuk, kita tingkatkan kepekaan sosial kita terhadap sesama!. [KTC]

Persembahan Kaltimtoday

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.