News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Pipaisasi ke Jawa? "Penuhi Dulu Gas Kaltim"

Pipaisasi ke Jawa? "Penuhi Dulu Gas Kaltim"


KALTIMTODAY -- Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, sekali lagi menegaskan menolak pembangunan pipaisasi gas alam ke Pulau Jawa. Dia menilai lebih baik investor baik dari pemerintah maupun swasta untuk membangun power plant berskala besar, sehingga dapat memenuhi kekurangan pasokan listrik di Kaltim.

"Lebih baik membangun power plant berskala besar yang berbahan bakar batubara, gas dan sebagainya, untuk kemudian disalurkan ke seluruh Indonesia. Namun harus dipastikan terlebih dahulu Kaltim dipenuhi kebutuhannya," ujar Awang Faroek, pada Munas AKLI XI di Balikpapan, Kamis (5/7) lalu.

Menurut dia, hal itu juga sejalan dengan ditetapkannya Kaltim dalam program Masterplan Perluasan dan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) sebagai salah satu koridor ekonomi nasional, yaitu pusat produksi dan pengolahan hasil tambang serta lumbung energi nasional.

"Sebagai pusat produksi, pengolahan hasil tambang dan lumbung energi nasional sudah sepantasnya bahan mentah tambang seperti batubara, gas alam maupun minyak bumi yang dihasilkan oleh Kaltim juga diolah di Kaltim, bukan terus menerus diekspor ke luar negeri atau dikirim ke pulau Jawa," ucapnya.

Ia mengungkapkan dalam kurun waktu 35 tahun terakhir sejak 1 Agustus 1977, gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) yang diproduksi PT Badak NGL selalu diekspor ke luar negeri, dan baru pada 25 April 2012 pengiriman untuk domestik dilakukan.

"Seharusnya kita memenuhi kebutuhan domestik dulu, jika pun ada untuk ekspor harus ada kuota yang ditentukan, sehingga dapat menjamin kebutuhan domestik sebelum diekspor ke luar negeri," ungkapnya.

Lebih lanjut, menurutnya kondisi industrialisasi di Jawa sudah jenuh, dan cukup riskan untuk terus dikembangkan, sehingga harus ada rencana pemerintah untuk memindahkan industrialisasi dari Jawa ke Kalimantan, khususnya ke Kaltim.

"Industrialisasi di Jawa sudah jenuh, seharusnya dipindahkan ke Kaltim yang memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif," katanya.

Awang Faroek menambahkan saat ini Kaltim terus mengembangkan sumber energi baru terbarukan seperti bio gas, kelapa sawit, potensi matahari, air dan angin. Hal itu dimaksudkan agar ke depan Kaltim tidak bergantung terhadap potensi sumber daya energi tak terbarukan seperti batubara, gas dan minyak bumi yang suatu saat akan habis.

"Kita sudah menentukan arah pembangunan Kaltim dengan berbasiskan energi baru terbarukan yang memberikan nilai tambah bagi produk yang dihasilkan dalam rangka mewujudkan ekonomi rakyat yang berdaya saing," pungkasnya. (her/hmsprov).

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.