News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Seharusnya Pahlawan tak Hanya Dikenang

Seharusnya Pahlawan tak Hanya Dikenang

Dengan seluruh angkasa raya memuji | Pahlawan negara | Nan gugur remaja diribaan bendera | Bela nusa bangsa | Kau kukenang wahai bunga putra bangsa | Harga jasa | Kau Cahya pelita | Bagi Indonesia merdeka

KALTIMTODAY -- ITULAH lirik lagu nasional yang sering dibawakan oleh paduan suara di setiap sekolah pada hari Senin ketika melaksanakan upacara bendera di pagi hari. 

Tapi sayang di sayang, lagu itu tak banyak mewujud dalam praktik kehidupan bangsa. Para pahlawan tidak lagi dikenang dengan cara yang benar. 

Generasi sekarang sudah merasa cukup menghormati pahlawan hanya dengan menjadikan namanya sebagai nama jalan, nama gedung, nama universitas atau sedikit dibahas riwayat hidupnya dalam lembaran buku ajar di sekolah-sekolah.

Generasi masa kini cenderung abai dan tidak peduli terhadap pahlawan bangsa. Alih-alih mengenal pahlawan, mendengar namanya saja mungkin sudah banyak yang asing. Mereka sangat akrab dan dekat dengan bintang sinetron, sepakbola, dan bintang iklan. Dari A sampai Z kalau bicara artis, rata-rata mampu.

Tetapi, ketika berbicara pahlawan, mereka tergagap-gagap. Tidak mengenal asal-usulnya, tidak mengerti ide dan pemikirannya, serta tidak paham kontribusi besarnya terhadap kelahiran dan perjalanan bangsa ini. Sungguh ironi yang memalukan terjadi di negeri ini.

Sementara itu, mereka yang menjadi pejabat juga tidak banyak yang bermental pahlawan. Kebanyakan mereka bermental karyawan. Menganggap jabatan sebagai mata pencaharian bahkan perdagangan. Akibatnya rakyat selalu dikorbankan.

Padahal dahulu para pahlawan bangsa Indonesia memberikan apa saja untuk kemerdekaan bangsa dan negara. Panglima Besar Jendral Sudirman rela memimpin perang gerilya dengan ditandu untuk mempertahankan kemerdekaan pada saat agresi militer Belanda II. Ada pula sosok KH. Agus Salim rela hidup sederhana demi rakyat, bangsa dan negara.

Bahkan ironisnya pembangunan di negara kita belum sepenuhnya mengacu dan mengarah pada terwujudnya idealitas bangsa yang termaktub dalam Pancasila dan UUD 1945. Ketuhanan Yang Maha Esa hingga Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia hingga kini belum terwujud bahkan kian jauh dari merealita.

Lebih dari itu pembangunan di negeri ini sangat berorientasi pada yang namanya materi; membangun gedung, jembatan, jalan, dan lain sebagainya. Pada saat yang sama negeri ini kelimpungan mendefinisikan apalagi melaksanakan program mencerdaskan kehidupan bangsa, atau pun mencerdaskan moral bangsa. 

Padahal, dalam lagu Indonesia Raya amanat kemerdekaan itu jelas; “Bangunlah jiwanya bangunlah raganya, untuk Indonesia Raya”. Itulah yang telah dilakukan oleh pahlawan bangsa.

Jika para pendahulu bangsa mampu mengantarkan negara ini merdeka, mengapa generasi saat ini tidak mampu menjadikan Indonesia negara yang kaya, adil, makmur dan sejahtera? 

Dengan demikian, apabila kita mau meneladani sifat terpuji para pahlawan bangsa, niscaya kita dan negeri majemuk ini bisa menjadi bangsa yang disegani. Semoga berhasil Indonesia, Merdeka!.


Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.