News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Anak Muda Baca Buku? Cape' Deh...

Anak Muda Baca Buku? Cape' Deh...


KALTIMTODAY -- Beberapa waktu lalu, ketika di kampus, saya iseng menawarkan buku kepada rekan mahasiswa. "Bro, lihat nih, ada buku menarik sekali untuk dibaca. Cocok untuk anak muda yang sering diserang penyakit galau," tawar saya sedikit bercanda.

Ajakan saya itu tidak salah dan memang tampak sepele, apalagi di waktu luang tak ada aktivitas akademik seperti ini. Namun tak dinyana, tawaran itu justru dibalas dengan ucapan yang menurut saya agak ironis. "Wah, wah, buku lagi-buku lagi, kalau sudah sama orang satu ini pasti buku terus, cape' deh!," jawab rekan saya ini bernada ketus. Biasa, anak muda.

Ini hanyalah satu contoh bahwa seorang mahasiswa saja tidak selalu tertarik dengan namanya membaca. Padahal mahasiswa sejatinya memiliki tugas dan kebutuhan primer yakni selalu mengasah diri agar kelak memiliki kadar keilmuan yang mumpuni dan terbiasa membagun tradisi intelektual yang baik.

Masa muda merupakan masa, yang kata bang H Rhoma Irama, adalah periode hidup yang berapi-api. Artinya, gairahnya untuk mengetahui segala sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya masih sanggatlah besar dan tinggi. Mereka pun masih memiliki peluang dan waktu yang lapang. 

Sehingga, ketika para muda-mudi dewasa ini tidak dapat memposisikan diri dengan baik di periode usia emas yang berapi-api ini kepada hal-hal yang bermanfaat untuk dirinya, maka ia sudah pasti akan terbawa arus gelombang hitam dan mengambil contoh yang tidak baik di lingkungannya. Membiasakan diri membaca di waktu muda, menjadikan kita semakin bijaksana dan kita akan menemukan pijakan yang kokoh.

Dengan membaca kita akan lebih banyak tahu, banyak paham, bahkan merasakan satu kenikmatan yang berbeda. Yang tak kalah penting adalah saatnya kita mempelajari cara membaca efektif dan membaca naskah-naskah bergizi

Orang yang terbiasa membaca -tentu membaca efektif dan bergizi, ia akan lebih enteng dalam memutuskan satu perkara, lisannya terlatih untuk bertutur terstruktur, dan tak tergesa-gesa apalagi lebih dominan emosi dalam berprilaku. Karena dari buku ia mendapat ilmu, mendalami khazanah ilmu dan mendapatkan pelajaran tentang hikmah kehidupan.

Oleh karena itu, membaca akan membuat kita menjadi lebih tahu tentang sesuatu yang menjadi minat kita dari ketidaktahuan kita sebelumnya. Lebih dari itu, dengan banyak membaca kita akan terhantar menjadi manusia yang dapat lebih mengerti sebuah permasalahaan, memetakannya, lalu kemudian menuntaskannya. 

Tahukah kita, bahwa faktanya orang-orang sukses dan terkenal hingga sekarang mereka adalah manusia tidak pernah meninggalkan kegiatan membaca, karena dengan membaca mereka belajar. Hal ini juga "menjangkiti" orang-orang yang suka menulis, sebab membaca akan memperkaya kosa kata dalam tulisan mereka. Tulisan mereka pun menjadi nikmat dan bernalar.

Kita jangan lupa, membaca adalah kebutuhan bahkan hal ini telah menjadi wajib. Karena membaca di waktu muda berarti kita sedang menyiapkan "amunisi" untuk "menembaki" masalah-masalah yang pasti akan menerpa kita kelak. Maka berapi-apinya kita di waktu muda, harus dibakar terus dengan kadar keilmuan yang memadai. 

Buku adalah jendela dunia, begitu kata pepatah. Tentu kalau kita ingin membuka jendela dunia, ya, harus terus membaca. Karena bagaimanapun, zaman sekarang, kita harus mampu bertarung menggunakan otak kita. 

Otot kita pasti akan lemah namun otak senantiasa berkembang apabila diberi asupan gizi yang memadai. Camkanlah. Makanan dari otak adalah dengan terus membaca, membaca yang bergizi, dan berfikir intelek. 

Dan, jangan lupa pula, otot pun harus bertindak karena itulah asupan utamanya agar dapat tetap tegak kokoh. Otak dan otot harus selalu sinergis. Rumusnya, lakukan tindakan dengan otot dari gagasan-gagasan otak Anda.

Sudah waktunya. Tunggu apalagi, waktu tidak akan berputar kembali. Ia akan terus berjalan maju. Ambil bukumu sekarang dan biasakan diri untuk menjadi penikmat buku-buku yang ada. Apapun itu, yang terpenting ia memberikan manfaat kepada kita!


[Muhammad Adianto, penulis adalah penikmat buku-buku kajian bidang filsafat, sosial-politik, wacana publik, dan agama]

Foto: Ilustrasi/tumblr.com

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.