News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

BPS Kaltim: "Produksi Padi 2012 Naik"

BPS Kaltim: "Produksi Padi 2012 Naik"

KALTIMTODAY -- Jumlah produksi padi di Kaltim pada tahun 2012 menunjukkan peningkatan walaupun masih belum dapat memenuhi kebutuhan konsumsi penduduknya. Pada 2009 produksi padi di Kaltim 555.561 ton, tahun 2010 meningkat 588.111 ton dan mengalami penurunan menjadi 552.616 ton pada 2011. Menariknya produksi padi hingga semester pertama 2012 telah tercatat melampaui angka tahun 2011, dengan jumlah 577.476 ton.

"Namun dari data kondisi sosial ekonomi dan indikator penting Kaltim 2012, penduduk Kaltin telah tercatat sebanyak 3.756.268 jiwa dengan kemampuan penyediaan beras sebesar 88,43 persen atau masih terjadi kekurangan sebesar 49.093 ton," jelas Kepala Bidang Inseminasi, Penyediaan dan Distribusi Statistik (IPDS) Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Achmad Zaini ketika diminta tanggapannya tentang produksi beras Kaltim.

Diakui Zaini, memang produksi beras di Kaltim tidak mengalami kejutan drastis, tetapi sebenarnya terjadi peningkatan produksi padi walaupun kecil dan belum dapat memenuhi jumlah konsumsi beras karena jumlah penduduk yang terus bertambah sementara alih fungsi lahan pertanian untuk pertambangan dan perkebunan masih terjadi.

Selain itu Pemerintah Pusat telah menetapkan bahwa angka konsumsi beras per kapita masyarakat Indonesia mengalami penurunan yang cukup berarti dari 139,15 kilogram per kapita pada tahun 2010 menjadi 113 kilogram per kapita.

Hingga tahun 2010 konsumsi beras nasional masih sebesar 139,15 kilogram per kapita, namun pada tahun 2012 telah ditetapkan 113 kilogram atau terjadi penurunan sebesar 26,15 kilogram.

Ini menandakan ada kemungkinan turunnya konsumsi beras ini disebabkan karena adanya diversifikasi atau penganekaragaman pangan yang dikonsumsi masyarakat tidak lagi mengandalkan nasi sebagai makanan pokok dan utama.

Selama ini konsumsi beras tertinggi masih berada di masyarakat pedesaan. Sehingga penurunan angka konsumsi beras ini dimungkinkan karena terjadi peningkatan kesejahteraan penduduk di pedesaan.

Selain itu juga mulai tumbuh kesadaran masyarakat perkotaan dengan mengganti makanan pokoknya dari nasi ke beberapa bahan lain seperti kentang, mie, panganan berbahan terigu, jagung dan umbi-umbian dan memperbanyak konsumsi sayuran dan lauk.

"Sementara untuk Kaltim, belum diketahui angka konsumsi perkapitanya karena BPS bersama Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kaltim sedang mengadakan pendataan menyusul penurunan angka konsumsi beras ini. Semoga tahun depan kita sudah bisa mengetahuinya," harapnya. (yul/hmsprov)

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.