News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Jepang Berminat Perdagangan Hasil Pertanian

Jepang Berminat Perdagangan Hasil Pertanian


KALTIMTODAY -- Selain mengalami ketergantungan pemenuhan ketersediaan pasokan energi seperti minyak dan gas (migas) serta batubara, ternyata Jepang juga memiliki ketergantungan kepada negara lain termasuk Indonesia, untuk urusan kebutuhan pangan.

Hal ini terungkap saat kunjungan Konsulat Jenderal Jepang untuk Indonesia Nomoru Nomura ke Kaltim. Mereka diterima Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy pada Jumat (7/9) lalu.

"Hasil pertanian seperti buah-buahan khas Kaltim dapat dijual ke negara kami," ujarnya.

Buah-buahan lokal Kaltim dengan cita rasa sangat enak dan unik yang dimaksudkan adalah Nenas Balikpapan dan Pepaya Mini Balikpapan.

"Buah-buahan ini sangat digemari masyarakat Jepang karena manis, enak dan unik," ujar Nomura.

Peluang perdagangan hasil pertanian dari Kaltim ke Jepang ini diyakini tidak akan menemui kendala berarti, khususnya terkait permasalahan transportasi. Pasalnya, rencana ini akan didukung oleh program pembangunan infrastruktur yang telah dicanangkan Pemprov Kaltim, diantaranya pembangunan jalan, jembatan bahkan bandara dan pelabuhan internasional.

"Kalau benar pelabuhan internasional di kawasan Kariangau selesai, maka ini peluang terbaik bagi Kaltim untuk ekspor buah-buahannya ke luar negeri khususnya ke Jepang. Karena selama ini kami datangkan dari Makassar ataupun Jawa tetapi perlu waktu lama," jelas Nomura.

Perdagangan atau pengiriman hasil pertanian dan perkebunan khususnya buah-buahan ke Jepang harus melalui jalur transit. Misalnya, dari Makassar harus melalui pelabuhan di Surabaya bahkan Jakarta untuk selanjutnya dikirimkan ke Jepang.

Kondisi ini selain memerlukan waktu yang lama (long time) atau tidak effesien juga memerlukan biaya yang cukup tinggi (high cost). Keadaan ini sangat berisiko, karena bisa saja buah-buahan yang dikirim mengalami kebusukan selama dalam perjalanan.

"Kita akan pertimbangkan untuk pengembangan kerjasama yang lebih luas untuk perdagangan hasil pertanian seperti buah-buahan ke Jepang. Apalagi, pelabuhan internasional Kariangau selesai tentu pengirimannya dengan waktu singkat dan biaya rendah," ujar Nomura.

Sementara itu Wakil Gubernur Farid Wadjdy meyakinkan bahwa pelabuhan internasional yang dibangun Kaltim selain pelabuhan Kariangau juga Pelabuhan Internasional Maloy di Kabupaten Kutai Timur.

"Pelabuhan ini berada pada jalur yang sangat strategis yakni di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang merupakan jalur terpadat kapal-kapal dagang maupun kargo antarnegara. Inilah peluang terbaik Kaltim," ungkap Farid.

Ditambahkan Farid, terhadap keinginan dan minat pihak Jepang untuk pengembangan kerjasama perdagangan dapat saja dilakukan karena kerjasama ini akan sangat menguntungkan Kaltim khususnya para pelaku usaha pertanian tanaman pangan dan hortikultura di daerah agar lebih semangat mengembangkan usaha pertaniannya. (yans/hmsprov)

Foto: Wagub Kaltim H Farid Wadjdy menerima kunjungan Konsulat Jenderal Jepang untuk Indonesia Nomoru Nomura ke Kaltim. Dalam pertemuan itu dibicarakan sejumlah hal dalam rangka menjalin kerjasama di berbagai bidang pembangunan. (fajar/humasprov kaltim).

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.