News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Kaltim Kembangkan Pisang Kepok Tanjung

Kaltim Kembangkan Pisang Kepok Tanjung


KALTIMTODAY -- Kaltim terus mengembangkan komoditas buah pisang jenis pisang Kepok Tanjung yang berasal dari Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Keunggulan pisang Kepok Tanjung ini adalah ketahanannya terhadap penyakit layu fusarium.

Selama ini pisang Kepok Kaltim sempat menjadi primadona untuk dikirim ke pulau Jawa karena produksinya yang melimpah, harganya murah dan memiliki nilai ekonomis tinggi setelah diolah menjadi berbagai produk.

Demikian dikatakan peneliti sekaligus penyuluh lapangan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kaltim, Moh. Chary Septiadi, belum lama ini.

"Dulu sering kita lihat truk-truk dari Jawa, datang membawa sayur dan buah-buahan. Saat kembali ke Jawa, mereka pasti membawa pisang kepok agar truk mereka tidak kosong," ujarnya.

Namun setelah beberapa sentra produksi pisang di Kutai Timur terserang hama layu fusarium yang menyebabkan layu dan buahnya berkarat, aktifitas itu terhenti. Sebab itu, BPTP Kaltim berinisiatif mengembangkan jenis pisang kepok yang tahan hama layu fusarium, memiliki buah besar dan tidak memiliki jantung pisang yang menjadi sumber penyakit.

Pengembangan pisang Kepok Tanjung ini telah disebar ke beberapa kabupaten/kota terutama di Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur yang mulai tumbuh menjadi sentra produksi buah pisang. Sebelum penyebaran bibit, tentulah telah dilakukan sejumlah penelitian tentang ketahanan tanaman pisang tersebut.

Selain pisang kepok, Kaltim juga memiliki berbagai jenis pisang yang memiliki nilai ekonomis tetapi belum dikembangkan secara massal karena daya tahan buah yang tidak tahan lama dan tidak dapat diolah menjadi bahan lain.

Jenis pisang yang khas dan laku di pasaran adalah pisang mauli, rutai, ambon, barangan, tanduk dan pisang emas.

"Bagi masyarakat Kaltim pisang kepok ini hanya diolah sebagai penganan gorengan dan sebagian kecil untuk jenis kue lainnya. Tetapi di Pulau Jawa pisang kepok ini masuk ke pabrik untuk berbagai olahan produk makanan bayi, sehingga harganya lebih mahal," jelasnya. (yul/hmsprov)

Foto: Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak pada kampanye makan buah lokal. Pisang Kepok, salah satu buah unggulan yang bernilai ekonomis. (dok/humasprv kaltim).

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.