News Breaking
NNTV
wb_sunny

Breaking News

Mengintip Negerinya Eden Hazard

Mengintip Negerinya Eden Hazard

KALTIMTODAY -- EDEN HAZARD. Ya, pemain bintang baru Chelsea itu kini menjadi sorotan kamera dunia. penampilannya yang apik selama tiga pekan bersama The Blues menjadikannya tampil sebagai bintang baru di Liga Inggris.

Hazard, bintang muda asal Belgia dengan ibu kota Brussel, itu kini menjadi maestro baru klub yang diasuh oleh pria asal Italia, Roberto Di Matteo. Ia mencetak gol pertamanya untuk Chelsea melalui eksekusi tendangan penalti pada kemenangan kandang 2–0 atas Newcastle United. 

Ia juga menjadi pengumpan bola (assist) untuk gol yang dicetak Fernando Torres. Itulah sekilas tentang pria asal Belgia yang beribu kota berjuluk Manneken Pis City ini. Manneken Pis sendiri merupakan ikon kota ini berupa patung anak kecil yang sedang kencing.

Brussel (Burxelles dalam bahasa Perancis) adalah markas besar komunitas Eropa; yang mencakup komunitas ekonomi Eropa, komunitas Baja dan Batubara Eropa dan NATO.

Leopold II, salah seorang Raja Belgia pernah berkata, “Brussel dapat menjadi titik kebangkitan Eropa”, mungkin karena kedekatannya dengan semua kota besar di Eropa, serta peningkatan popularitasnya di hadapan wisatawan internasional.

Pada abad ke 16, Brussel mengalami kekejian Reformasi Protestan dan berkembangnya Kontra Reformasi. Pemerintahan Archduke Albert dan Isabella (1598-1633) membantu pembangunan banyak gereja bergaya Barok di kota ini. Namun pada akhir abad ke 17 terjadi invasi bertubi-tubi oleh Louis XIV dari Perancis, yang mengakibatkan ratusan bangunan di Brussel musnah dilalap api. 

Selanjutnya Revolusi Brabant (1789-1799) terhadap Joseph II dari Austria mendatangkan kembali orang Perancis, dan kerajaan-kerajaan kecil di Belgia pun dikuasai secar penuh oleh Perancis selama era Napoleon.

Pada tahun 1830 Belgia baru bisa menerima kemerdekaan dari Kerajaan Belanda dan sejak itulah Brussel dijadikan sebagai ibu kota Belgia.

Pada saat Perang Dunia I (1914–1918) Brussel kembali dikuasai asing, sekarang adalah Jerman. Jerman menduduki Brussel selama 4 tahun. Hal serupa terjadi pada saat Perang Dunia II. Akhirnya pada tahun 1944 Inggris membebaskan Belgia dan Brusssel terpilih menjadi tuan rumah Pekan Raya Dunia di tahun 1958.

Kota Brussel telah menyaksikan dan mengalami akibat dari konfik dan persaingan antar negara Eropa, yaitu orang Flemish Belgia dan nasionalis Perancis. Kota ini menjadi saksi bisu ketidakrukunan antar orang Eropa yang “hobi” menyelesaikan masalah dengan senjata dan militer.

Kini Brussel yang memiliki dua bahasa resmi; Belanda dan Perancis itu tidak saja menjadi ibu kota Belgia, tetapi juga pusat kegiatan (ibu kota) Uni Eropa. Bahkan saat ini Brussels, menjadi surga bagi penikmat karya arsitektur. Bangunan kuno, museum, dan monumen bertebaran di hampir seluruh sudut kota.

Ribuan wisatawan setiap hari datang ke sana. Cuaca dingin, 4 derajat hingga minus 1 derajat Celsius, yang membekap kota itu tak mampu mengusir para wisatawan. 

Mereka berdiri berjam-jam di halaman Carpet Flower yang luas berlantaikan batu di antara gedung-gedung tua nan anggun. Sambil menikmati waffle dengan lapisan cokelat khas Belgia, suasana itu tentunya nikmat juga. Apalagi, di halaman tersebut sering digelar berbagai pertunjukan maupun pameran. 

Demikianlah sekelumit tentang Brussel yang arti katanya tanah rawa-rawa. Ia menyimpan rahasia sejarah yang memilukan sekaligus mengagumkan, setidaknya bagi mereka yang suka dengan sejarah.


Foto: Ilustrasi/Batistini Gaston/Flickriver.com

Tags

Newsletter Signup

Jadilah yang pertama mendapatkan update berita terbaru nasional news langsung di email Anda.