Menguak Kehebatan Serena di Arena


KALTIMTODAY – BICARA Serena mungkin para pencinta otomotif akan menuju ke produsen mobil asal Jepang, Nissan, yang belakangan sangat gencar meluncurkan mobil-mobil varian terbarunya. 

Ya, Serena adalah nama merk sebuah mobil keluaran Nissan dengan dua pintu geser. MPV yang bisa menampung delapan penumpang dewasa itu, cukup diminati oleh para keluarga muda di antara sekian banyak jenis MPV yang tersedia di pasaran.

Tetapi, kali ini kita tidak akan membahas tentang Nissan Serena, tetapi Serena Williams. Ya, wanita berkulit manis itu adalah sosok fenomenal di lapangan tenis. Ia adalah petenis putri paling berpendar sepanjang lebih dari satu dekade ini. 

Tahun ini saja, ia begitu cemerlang dengan kemampuannya menyabet dua gelar Grand Slam, plus dua emas olimpiade nomor tunggal dan ganda sekaligus. Tidak saja itu, titel AS Terbuka 2012 juga menjadi pembuktian yang cukup mengagumkan.

Serena Williams, wanita kelahiran Saginaw, Michigan, AS pada 26 September 1981 itu memang menjadi petenis paling beruntung. Apa yang diraihnya selama karir olahraganya adalah impian hampir semua atlit tenis lapangan di seluruh dunia.

Serena telah menyamai apa yang pernah dicapai oleh Steffi Graf. Bahkan dalam satu musim ini, ia telah memenangi Grand Slam Wimbledon, Olimpiade, dan terakhir AS terbuka. Namun demikian, di usia ke 31-nya Serena justru semakin optimis untuk terus meraih peringkat teratas di hampir semua turnamen yang akan diikutinya ke depan.

Grand Slam berikutnya, Australia Terbuka 2013, sudah menantikan ketangguhan Serena Williams. Petenis yang berhasil mencapai peringkat tertinggi atlit tenis lapangan pada 8 Juli 2002 itu masih menyisakan banyak penghargaan untuk bisa membuntuti prestasi yang pernah diraih oleh Margaret Court, yang mengemas 24 titel Grand Slam.

Namun demikian, peraih empat titel Grand Slam berturut-turut pada 2002-2003 itu, memiliki cara pandang yang berbeda dengan khalayak secara umum.

Baginya, juara sejati tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya kemenangan, tetapi bagaimana ia mampu memulihkan diri pada saat terpuruk. Seperti manusia yang lain, Serena juga pernah terjatuh dan beberapa kali terjatuh. Tetapi sebanyak itu pula ia mampu berdiri lagi, mengatasi semua rintangan yang menghadang.

Terkait dengan pandangannya terhadap prestasi atau juara sejati itu, Serena mengambil sosok Muhammad Ali, petinju internasional dalam berkarir. Baginya, Muhammad Ali adalah sosok teladan dalam dunia olahraga. Ali pernah dipenjara sekian lama dan mampu bangkit dengan kembali menjadi seorang juara.

Seperti idolanya, Muhammad Ali, Serena merasa dirinya harus semakin kuat justru di usianya yang ke 30 tahun ini. Malahan, Serena merasa dirinya semakin kuat, semangat dan semakin “haus” prestasi. Seperti seorang pencari ilmu yang tak kenal lelah, Serena tak pernah merasa kehabisan energi untuk terus menjadi seorang juara sejati. 

Lalu, kenapa di antara kita kadang merasa sangat puas dengan kehidupan ini, padahal masih banyak sekali hal positif yang harus kita wujudkan? Belajarlah pada Serena dan lampauilah semangat dan optimismenya.

Foto: Ilustrasi

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel